Perayaan Waktu

Detik yang terlewati selalu sama, meski kita menuliskannya dengan nama-nama yang berbeda ia tetaplah bernama waktu. ~ Lanjutkan membaca

Iklan

Right & Left #5

Betapa egoisnya aku bukan? hadirmu kembali di hidupku bukankah hal yang harus kusyukuri? Namun apatah perempuan ini malah memintamu ada, lebih dari sekedar. Betapa egoisnya bukan? bahkan memaksamu membuatku bahagia, demi menuntas rindu dan lupa tentang nyamankah kau denganku.

Betapa egoisnya aku bukan? karena bahkan di doaku. Aku meminta kebahagiaanmu, tapi itu denganku..

Jeda Lelahmu

Teruntukmu yang sedang berlelah..
semoga engkau mengingat ada perempuan – aku yang merindukanmu
Kalau-kalau iya, dibanyaknya waktu berlelahmu
Sedikit saja kau jeda, waktumu untukku

Iya, hanya kalau-kalau sempat waktumu ^^

***
berlelahmu — ialah semua kepentinganmu, kebahagianmu, kesenanganmu, kesibukanmu, dan segala yang di luar aku.

Jatuh Cinta

Hanya dengan jatuh cinta, warna pemandangan akan berubah
Aku bisa mendengar angin bertiup dengan lembut
Mendengar gemercik air yang jatuh menetes di musim kemarau
Merasakan hangat udara di musim penghujan
Merasakan detak irama jantung sebagai nyanyian syahdu
Aku tak tahu semua yang di dunia ini akan berubah
Yang mengajariku adalah kamu

Adalah cinta, adalah kamu — Anonim

***
Pernah mendengar ini, dan ku tuliskan kembali yang entah mungkin dengan teks yang berbeda :)

September —

Sepertinya september punya nyanyiannya sendiri, kesedihan. Atau ini bukan tentang sekedar september? Bukankah di ruang ini memanglah menuliskan kesedihan? Maka jika september selalu memiliki cerita sedih yang lebih, seharusnya bila september berakhir, kesedihan itu berakhir juga.

Mungkin bukan kesedihan, hanya saja kebahagiaan yang ditundakan. Mari tetap tersenyummm ^^