Menangisi Cinta

Semestinya, tak pernah boleh kesedihan memeluk cinta. Tapi kau tahu betul di semula aku mencintaimu tak habis-habisnya ku peluk sendiri luka dari perasaan yang tak bertuan ini.

Pasti menyenangkan menjadi kamu, melihatku mencintai semenyedihkan ini. 

Hingga akhirpun kau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.

Seolah memintaku menyerah, tapi menginginkanku tak berhenti mencintaimu. Seolah melepasku demi kebahagian, tapi membiarkanku menangis karena merindukanmu.

Maukah memenuhi pintaku sekali ini saja? Ku mohon sekali saja, katakanlah bahwa kau tidak mencintaiku, sekali saja

Tidak, bukan ingin membuatmu terbebani karena tidak mencintaiku. Sungguh aku hanya ingin memberi pengertian pada hatiku bahwa kita memang hanyalah kemustahilan. Aku tak tahu apalagi yang harus aku lakukan, maka semoga engkau sekali ini saja ber-iba padaku.

Setelah itu, aku berjanji. Selama-lamanya aku takkan lagi hadir dalam hidup, aku berjanji takkan mengusikmu dan tak lagi perlu kau berusaha menghindariku

Tolonglah sekali ini saja, patahkanlah harapanku. Kumohon…

Karena sungguh pengabaianmu pada perempuan yang benar-benar mencintaimu ini, hanyalah seperti kau berpura-pura tak mendengar tapi tangisnya akan begitu jelas di hatimu

Ahh sebenarnya apa yang ku keluhkan ini, bukankah semesti ku berterimakasih, karena selama ini sejauh kau mencoba mencintaiku, setidaknya kau bisa mencintai satu hal dariku – air mataku?

Dan benar saja, selama kau menjauhki, air mata di mataku dan hatiku tak putus bergantian menangisi perasaanku

Iklan

2 pemikiran pada “Menangisi Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s