Perempuan Praduga

Karena saya hanya perempuan biasa, sekuat apa saya tak ingin mengira-ngira  bahkan tentang percaya yang selalu ku ucap bahwa aku meyakininya. Tetap saja sering sekali saya jatuh pada selemahnya putus asaku. Sebentar saya percaya, sebentarnya lagi terpekur merenungi diri sendiri, bagaimana bisa saya begitu percaya diri memintamu berjalan bersamaku?

Mungkin saya hanya butuh melihat matamu, untuk mencari saya di hatimu ataukah jika tidak, di sana saya bisa membaca cara untuk mematahkan hatiku sendiri. Karena menjadi perempuan penduga itu, tahukah? terasa seperti melakoni perempuan antagonis di hidupmu. Terlalu jahat.

Dan saya mencintaimu, maka setidaknya jika tak bisa ku bahagiakanmu, akankah kau tak membiarkanku sejahat ini? Maksudku, jika memungkinkanmu hapuslah yang abu-abu di mataku. Agar tak lagi ku serapuh perempuan yang mudah putus asa. Agar ku tahu ke mana langkahku semestinya menapak.

Tetapi maaf, bahkan di abu-abunya perasaanmu, perempuan yang sering berkaca di cermin retak ini, selalu saja memintamu dan merapalmu pada Pemilik hatimu.

***
“Sungguh kepunyaanNya lah hatimu itu, mudah saja bagiNya membolak baliknya. Jika ada satu doa saja di dalam pengabulanNya, kamu bisa apa, jika Kun-Nya telah Fayakun?”

Iklan

2 pemikiran pada “Perempuan Praduga

  1. mau tanya sist, tentang lelaki yang menjadi inspirasimu, apakah berdasar dari kisah nyata sista,,? Maaf kepo,, piisss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s