Masih Untukmu

Duhai lelaki yang ku peluk hatinya..
Mungkin kau akan menghilang lagi, sudah ku hapal di kepalaku bagaimana setiap kali kau pergi selepas ku pertanyakan perihal kita.

kau tahu telah sepenuh keberanian, ku ucap kata-kata itu, hingga degup jantungku masih ku rasakan hingga detik ini. Kecemasan akan membuatmu (lagi) merasa tak nyaman, seperti tangan yang selalu menghentikanku melontar perasaanku. Mendebarkan.

Duhai lelaki hening..
Namun bila kau tanya mengapa tak jera ku meminta kepastian, ketahuilah cermin yang ku pakai tahun bertahun ini adalah cermin retak. Aku tak bisa melihat diriku, keyakinan dan harapan serta angan-anganku mengaburkan pandangku. Acapkali aku menutup mataku, dari ketakmungkiananku bahagiakanmu. Cintaku juga melupakan bahwa hati saja tak cukup. Aku sering menampik, bahwa kau bahkan bisa memiliki perempuan yang lebih menyenangkan hatimu. tetapi tetap saja aku tak peduli, hanya karena perasaanku yang tak bisa ku hentikan.

Cerminku hanya cermin yang retak. Maafkan karena mencintaimu seperti ini, pun maaf karena tak cukup tahu diri

Iklan

Satu pemikiran pada “Masih Untukmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s