Untukmu, Lelaki(ku)

Duhai lelaki yang sama…
Sudah sampai di mana kita, sedang berjuangkah aku, kamu? Atau hanya aku saja yang sedang berlari mengapai angan di kepalaku?Atau adakah peluhmu yang alpa dari mata cemasku? Seperti katamu, doamu punya tempat untukku, masihkah?

Lelaki, ku tulis surat ini, untuk kau tahu sedikit saja dari banyak yang ku sembunyikan dari sesaknya hatiku, karena biar telah ku sabitkan senyum dan ku lontar kata bahwa aku baik-baik saja. Tetap saja duhai lelaki, rindu itu seperti tabuh gurindam di telingaku, memekak sadarku “aku tak baik-baik saja, aku ingin kau di sisiku, aku di hatimu’.

Duhai lelaki yang kucintai..
Jika saja, waktu dan semua usaha yang semampumu kau lakukan untukku tak bisa membuatmu mencintaiku. Jangan, jangan pernah merasa iba memecah balon harapan di anganku. Aku pasti terluka, tapi takkan lagi melukaimu dan lalu melukai diriku sendiri.

NB:
Lelaki..
Aku masih menyebutmu di doa-doaku, semoga kau tak keberatan :’)

#30HariMenulisSuratCinta #Day3

Iklan

Satu pemikiran pada “Untukmu, Lelaki(ku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s