Perulangan Waktu

Dear Mom

3 hari lalu, hari yang sama saat kau melahirkanku beberapa tahun silam. Sudah lama berlalu, tapi putrimu ini tahu sakitnya perjuanganmu saat itu masih terasa.

Maafkan putrimu Bu, yang sudah seumur ini tak menyadari waktu berlalu sangat cepat, dan lupa kalian pun semakin menua seiring berkurangnya jatah waktuku. Aku, sungguh belum bisa memberi sedikit saja bahagia untukmu, sekedar membalas setetes keringatmu.

Dan terimakasih, sungguh. Untuk tak pernah menghitung-hitung waktu yang kau habiskan untukku. Membesarkanku, mendidikku, mencintaiku, mendengar dan mempercayaiku.

Diantara putraputrimu, kau tahu. Di setiap hari lahir hanya aku yang memamer hari lahirku padamu. Hanya aku yang mengingatkanmu, mengingatkan hal yang tidak lebih penting dari kami baik-baik saja di hari ini. Kami tahu, takkan ada perayaan, bahkan bagi ayah itu tak boleh, putrimu tahu itu. Aku hanya suka melihat wajah bahagiamu atau gelak riang suaramu di telepon saat ku kenangkanmu hari di mana kau lahirkanku. Aku suka, saat kau lantunkan harapan serta doa-doamu untukku dan juga kau aminkan doa-doaku. Aku seperti hidup di dalam pelukan hangat ketika dunia begitu dingin padaku.

Ibu, terimakasih bahkan percaya pada harapan-harapanku ketika aku sendiri merasa tak mungkin. Terimakasih, karena begitu memahamiku, bahkan ketika semua kisahku begitu melakonkolis.

Bu, sehatlah selalu. Aku ingin kelak kau melihat putraputriku tumbuh, dan mengajarkanku bagaimana kau memelukku dengan hangat.

Ibu, kau tahu. Aku sangat mencintaimu. Maaf untuk baktiku yang tak purna :'(😘

#30HariMenulisSuratCinta #Day1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s