Bertanya Pada Malam

Malam, pernahkah kau membawa sedikit cahaya pada jalan yang dilalui perempuan ini. Ia yang kerap menjatuhkan air mata dalam gelapnya sendiri. Telah menjatuhkan cinta, pada perjalanan hening paling sepi.

Untuk jatuh cintanya. Hatinya berjalan menyusuri lorong-lorong tak berhujung, berkali ia menemui jalan tertutup tak berarah.

Tetapi cintanya, selalu merapal doa pada tak kemungkinan, mengetuk pintu-pintu langit, menanyai di mana cinta telah terjatuh.

Malam, pernahkah kau menerangi arahnya? Mengapa dalam gelap ia masih saja mencari muasal debar jantung yang tetap saja sunyi?

Katanya; jatuh cinta itu cahaya, ia pasti akan sampai. :’)

***
Mus, segelap apapun hingga tak kau lihat cintaku. Cinta yang telah ku jatuhkan padamu, telah jadi titik cahaya yang ingin ku sampai padanya.

Kau boleh tak melihatku, tapi aku melihatmu.

Cepat sembuh yaa 😇:'(🙏

Iklan

3 pemikiran pada “Bertanya Pada Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s