Kerikil di Perjalananmu

Jika tak bisa meringankan beban, setidaknya jangan menjadi kerikil di perjalanan seseorang ~

Padamu, seperti itulah ku lihat diriku. Aku tak pernah bisa membuatmu bahagia, sekalinya ku ingin meringankan sesuatu yang ada di pundakmu, yang ada aku hanya menjadi kerikil yang melukai langkahmu.

Maafkan aku, cinta membuatku seegois ini. Tak pernah bisa memahamimu, dan hanya ingin menuruti kehendak perasaanku. Lupa, hatimu ingin punya ruang sendiri.

Maafkan aku, aku hanya merasa begitu sesak pada rasa sesakmu, sungguh di sepanjang hari berkali-kali ku urung tak mengusikmu, tapi aku selalu gagal.

Padaku, bersikaplah sedingin tadi. Mungkin itu bisa menyentuh sadarku, memberiku pengertian bahwa aku hanyalah kerikil di langkahmu

***
Duhai Pemiliknya, ampuni untuk air mata yang selalu jatuh ini. Hanya Engkau yang Maha Tahu perihal perasaan dan betapa rapuhnya hatiku ini. Kumohon, cabutlah semua kesedihannya. Bahkan jika kebahagiaannya itu adalah ketiadaanku darinya, Maka duhai, Engkau Maha Melihat bahwa aku telah begitu lama mencintainya dalam sendiriku saja. Engkau Maha Tahu aku akan memeluk duri sekalipun dalam perasaan ini. Maka sungguh hanya padaMu ku sandarkan segalanya. Hatiku, ragaku.

Iklan

3 pemikiran pada “Kerikil di Perjalananmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s