Cinta Tak Bermusim –

Belum ada rintik,
Namun belum sesap hujan kemarin ~
***

Mengingat jatuhnya hujan
Mengingat jatuhnya cintaku padamu
Musim berganti, berulang
Namun tak ada kemarau yang benar bisa mengeringkan ingatan itu

Dan bila ingatanmu melupakannya,
Yang selalu ku tunggu
adalah musim penghujan,
Tuk ingatkanmu,

Memutarkanmu memori di waktu lalu,
Perihal aku yang pernah menjadi puisi penuh semu malu-malu padamu
Penulis kata gerimis yang Bah oleh rindu tak tahu malu-ku
Aku pernah, dan itu – masih

Namun bila,
Rentang musim tak berpenghujan, berlarut
Adalah aku hanyalah jelma dekap dan peluk
Pendekap bagi ingatanku
Pemeluk bagi ingatanmu

Maka tak akan ada yang sesap, menguap,
hilang menjadi tiada..
Tak akan ada ingatan yang pergi
Meski hujan meniada
Karena pada terik panas, selalu ada malam yang menyisa basahnya embun
Membasahi ingatanku, mengingatkanmu ~

***
Masih panjang kemarau menerik,
Namun tak ada yang tandus dalam ingatan ♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s