Merelakan?

Yang masih tidak ku pahami dari defenisi cinta yang selalu kudengung pada diriku. Bahwa cinta itu adalah bagian dari merelakan, melepaskan?

Namun bagaimana mungkin cinta mendefensi meninggalkan? Sedang cinta bukankah sesuatu yang harusnya bersama?

Mungkin, jika tak salah pengertianku. Defenisi itu hanyalah pelarian dari rasa putus asanya harapan atau semacam satu-satunya cara menanggalkan kecemasan atas penolakan di masa depan.

Karena manakah mungkin cinta bisa melepas?    Jikapun ia bisa melepaskan, percayakah? Itu tersebab di sana bukanlah lagi cinta. Telah melupakan?

Merelakan cinta, yang seolah-olah demi mengatakan rasa cinta yang besar. Bukankah seperti topeng putus asa dan tanda rasa tak sabar dari di kabulkannya doa-doa?

Maka jika belumlah mustahil untuk menyatukan cinta. Bagaimana cinta bisa merelakan?

***
Bukan pengabaianmu yang aku cemaskan, tapi rasa putus asaku yang ku topengi dengan defenisi kerelaan.

Merelakan? Ah cinta tak sebercanda itukan?

Iklan

2 pemikiran pada “Merelakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s