Hanya Cinta yang Bisa Tetap di Sana, Bertahan

Pada setiap kesalahan dan kekecewaan seseorang bisa saja memaafkanmu, namun semua menjadi tak sama lagi seperti semula. Seperti luka yang di goreskan mungkin akan sembuh tapi akan meninggalkan bekas.

Seperti itu rasa kecewa yang kau simpan. Mungkin kau telah memaafkanku, tapi kini tlah kau buat sekat antara hatimu dan hatiku.  Aku di matamu, begitu asing.

Tetapi hatimu adalah milikmu, bahkan bila menjadi asing seperti itu justru melemparku bahkan lebih jauh dari sekedar kau tolak cintanya. Aku tak mungkin memaksa hatimu kembali seperti yang ku mau. Ah tapi hatiku ini, sudah mencintaimu teramat. Hingga bahkan aku tak bisa memintanya berhenti hanya karena aku merasa kau memintaku berhenti. Tak seharusnya aku keras kepala seperti ini bukan? Namun jika ini juga bagian dari kesalahan yang lagi-lagi kulakukan. Mungkin seharusnya aku meminta maaf karena telah mencintaimu dan karena tidak ingin berhenti.

Terlepas dari begitu asingnya aku, aku senang kini waktu-waktumu dipenuhi dengan kesibukan, dan jika itu termasuk bagian dari alasan aku kini menjadi begitu asing. Tak juga mengapa. Asal saja, ketika tak lagi ada waktu berbagi cerita apapun denganku. Aku hanya mohon, tetap beri banyak waktu untuk merehatkan ragamu. Sebab bagiku, melihatmu hidup bahagia dan selalu sehat sudah cukup menjadi bagian kebahagiaanku.

Benar, tak ada yang bisa membuktikan sebesar apa tulusnya cintaku, belum juga ada yang dapat kulakukan sejauh aku mencintaimu. Hanya doa yang selalu kuselipkan bahkan di waktu sibukku. Semoga Allah selalu melapangkan pintu-pintu keberkahan untukmu. Membahagiakanmu, mencukupkanmu dan memberi kesehatan yang beberkah. Itu saja pinta-pintaku teruntukmu.

Ah jika ada pinta lain, aku hanya ingin tak lagi menjadi teramat asing bagimu. Mungkin iya bagimu tak ada yang berubah, tapi sekat itu terasa jelas. Aku berharap hal itu bahkan jika kau tak harus mencintaiku. Namun toh, mengapa ku pinta sejauh ini, padahal sudah beruntung kau masih menyisih beberapa menit untukku, setidaknya membalas percakapanku.

***

Berbicara dengan diri sendiri seperti ini, hanya menggema kembali kepadaku. Seperti itu ketika ku hanya bisa meluahkan isi hatiku di tempat ini, hanya sebuah keajaiban jika suara hati ini terkirim di hatimu. Semacam telepati?   Hiks mana ada? :’)

Namun dari semua ketidakmungkinan kau akan merasakan isi hatiku. Aku percaya, ketika semua kesedihan kuluruhkan di manapun itu. Aku tahu, sesungguhnya Allaah memelukku erat. :’(

Iklan

3 pemikiran pada “Hanya Cinta yang Bisa Tetap di Sana, Bertahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s