Sekat Cinta itu, Aku

Malam ini aku mulai mengerti, mengapa cintamu tak juga datang padaku. Dan aku berfikir itu karena masa lalumu, atau jika bukan, itu karena kau sedang menunggu hati seseorang.

Itulah yang kepalaku fikirkan saban hari, dengan bermodalkan semua apa yang bisa kulihat. Terus menerus, aku ingin mencari tahu mengapa sesungguhnya hatiku masih saja kau abaikan.

Namun kini aku faham, bahkan jika sekalipun tak benar-benar ada perempuan di hati dan masa lalumu. Sebab, ada hal yang lebih mengerikan dari sekedar itu. Bahwa perempuan yang mencintaimu ini, adalah titik masalah itu.

Aku tak pernah bisa mengerti semua inginmu, sedang malam ini. Betapa bodohnya aku karena kelakuanku yang membuatmu tak nyaman lagi dan lagi. Lalu bagaimana kau akan membalas cinta perempuan, yang cintanya hanya dipenuhi obsesi ini?

***
Bagaimana ku bisa membahagiakanmu? Cemburuku yang terlampau. Acapkali membuatmu dalam ketidaknyamanan. Lalu bagaimana? :'(

Iklan

7 pemikiran pada “Sekat Cinta itu, Aku

  1. mmm. cinta tidak bisa dipaksakan, dan dalam tulisanmu yang ini dia terlihat acuh ya ..

    cinta yang sebenar-benarnyaadalah ketika kita bisa menjadi diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s