Pada Siapa – dia?

Ada yang bilang, jika kita tak ingin terluka jangan pernah terlalu ingin mencari tahu. Itu benar, tetapi dalam soalan cinta kau akan temui bahwa rasa ingin tahu yang kau tahan, akan seperti duri di dalam dagingmu. Melukaimu terus menerus.

Dan inilah luka itu, tentang tanya yang kusimpan di kepalaku sendiri perihal perasaanmu. Iya aku ingin tahu, sebab sepertinya kini kau telah jatuh cinta, bukan. Lalu siapakah dia perempuanmu itu?

Untuk tahu itu tentu akan melukaiku. Tetapi akan lebih baik bagiku mundur beribu kali darimu, daripada mencintaimu ketika kau mencintai orang yang mencintaimu. Ketika seharusnya aku masih di dekatmu, sedang ku tahu bukan aku dia mu.

Maka meski ku bukan sesiapa bagimu, beritahukanlah padaku tentangnya agar aku dapat menuntun cintaku melangkah mundur tanpa melukai siapapun..

Ini ketika ku menyadari lama dan panjangnya waktu, tak bisa membuatmu nyaman sebagai kekasihku, tak bisa membuatmu mencintaiku. Maka bantu aku untuk tidak memasang percaya diri yang melampaui ‘lagi’, agar jika kau jatuh cinta pada yang bukan aku. Aku tidak akan jatuh keping mengeping, binasa, tiada —

*Menjadi penebak-nebak itu, seperti ini – kekanakan*

Iklan

4 pemikiran pada “Pada Siapa – dia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s