Pertemuan – Ramadhan

Ia kemudian menekuri temu di cela-cela rindu paling debarnya. Terus menelaah perjalanan-perjalanannya sambil tergugu, menangis

Dan lalu ia menembus masa silam, menakar dosa yang terlampau semesta. Yang bila ia pikulnya, binasalah raganya tiada bersisa, seraup sebutir pun.

Namun sebuah titik cahaya, menarik lengan putus asanya. Melipatkan sempit fikirnya, sembari berbisik “kasih Ilah tak terkira penghabisannya, tak akan sampai dinalarmu”

Waktu pun bergulir, penuh cahaya, bahagia.
Dan walau ia berlari di sergap rasa cemas, rindu telah mendekap sebuah temu. Ia mensyukuri detak waktu, senyum pun tak lepas. Ia tersadar, jutaan detik berlalu dan membawanya kembali di titik ini, pertemuan

Air mata lalu derai jadi luapan, setetes demi tetes jatuh sebagai doa..
“Tuhan, jangan pernah lepaskan ia dariku, sedang aku ditinggal dalam sia-sia yang merugi” pintanya

***
Mensyukuri pertemuan ini, selayak menghadiahi dengan menunaskan kebaikan-kebaikan. Moga berkah hingga hari kemenangan — Aamiin

#MenulisRamadhan #2Ramadhan #BertemuRamadhan :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s