Kepadamu —

Dipenuh bahagia bersamamu sering aku lupa, aku bukanlah sesiapa bagimu. Membuatku membangun lagi harapan yang aku tahu bukan tuju-mu. Seharusnya aku tak pernah lupa itu, agar aku tetap di sisimu menjadi sahabat seperti yang kau mau.

Tetapi maafkan aku, kepalaku terlalu bodoh menerjemah perhatian darimu. Aku tak bisa mengendalikan inginku pun terluka karena hal remeh temeh di matamu. Aku membenci ini bahwa aku tak bisa menjadi teman yang baik untukmu, yang hanya karena perasaanku sendiri aku terkadang merasa aku sedang terluka. Maka semoga kau mendapat teman yang lebih baik dariku, yang tak akan melibatkan perasaannya lagi. Ah tidak, namun semoga kau segera menemukan seseorang yang membuatmu jatuh cinta dan mencintaimu agar menjadi teman dan kekasih bagimu — untuk tak lagi kau memerlukan teman sepertiku.

Dan tak mengapa kau tak mencintaiku, namun ku mohon jangan mencoba menghapusku perlahan, sungguh itu membuatku benar-benar seperti benalu yang mengganggumu. Karena jika kau ingin aku tak lagi di hidupmu, sungguhpun aku cukup tahu diri untuk melangkah mundur. Sebab walau aku sering lupa bahwa aku bukahlah siapa-siapa bagimu, aku takkan lupa bahwa aku hanyalah punguk bagimu yang bulan.

Karena itu, berhentilah merasa iba kepadaku. Walau aku begitu menyedihkan, aku selalu tahu di mana tempatku. Dan walau harapanku hanyalah kemustahilan, kau bahagia maka itu cukupkanku :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s