Tentang Kenyamanan

Jika cinta adalah persoalan nyaman, maka bisakah jelaskan padaku tentang yang mendegup bising di jantungku, tentang rindu yang tak bosan menjelma angan belaka, tentang perjalan panjang menujumu yang lebih sering terabaikan? Jelaskan padaku sejenis apakah yang tumbuh di hatiku itu? Hingga jika cinta itu serupa sekedar rasa nyaman. Benarkah yang tumbuh itu bukanlah cinta? Namun jika bukan cinta, akan ku sebut apa perasaanku ini?

Entah, tak disebut cinta pun tak apa. Karena benar, perasaan semacam ini mungkin tak harus memiliki nama. Terlagi jika cinta harus bersyaratkan rasa nyaman, karena bagiku perasaan yang kurasakan, entah di saat berada di rasa “nyaman” ataupun “tidak nyaman” kepadamu perasaan itu tetap sama.

Dan bila akhirnya perasaanku ini akan aku sebut cinta, maka untuk mencintaimu aku tak membutuhkan keharusan kau musti menyamankanku ataupun tidak.

Maka mari menoleh kembali ke masa lalu, tentang alasan mengapa kau tak mencintaiku. Iya benar, karena kau merasa tak nyaman sebagai kekasihku. Namun tidak, karena kenyataannya akulah perempuan yang membuatmu merasa nyaman lebih dari siapapun, akulah perempuan yang kau tak merasa sia-sia yang menghabiskan waktu hanya untuk obrolan yang tak penting, akulah perempuan yang lamanya waktu berlalu tak kau hirau demi berusaha membahagiakanku, akulah perempuan yang kau tak mengapa berpura-pura mencintaiku hanya demi tak melukaiku, akulah perempuan yang kau tak peduli sia waktumu meski banyak cinta di luar sana yang menunggumu, iya, akulah perempuan yang tak ingin kau lepaskan meski tak pernah bisa kau cintai. Tahukah, mengapa? Benar, hanya karena satu alasan. Denganku kau merasa NYAMAN.

Karenanya bila kita menyebut “cinta” itu seperti yang aku rasakan. Maka iya, cinta itu bukanlah persoalan nyaman atau tidak nyaman. Sebab di segala keadaan perasaanku padamu tetap saja sama, dibahagiakan pun tersakiti. Telaknya, rasa nyaman darikulah yang membuatmu benar-benar pergi dariku. Sebab iya, agar kau bahagia seutuhnya, agar tak lagi sia-sia hidupmu, agar kau menemukan kesuksesan hidup. Kita sudah hafal betul kekata orang bijak bahwa — untuk kebahagiaan yang lebih baik maka keluarlah dari zona nyamanmu.

Dan dulu mungkin akulah rasa nyamanmu itu yang harus kau tinggalkan demi kebahagian yang lebih baik, demi melangkah lebih ringan tanpa bayang-bayangku, demi tidak lagi membuang-membuang waktu untuk sesuatu yang kau sendiri menyadarinya ragu menujunya, demi lepas dari beban rasa iba padaku.

Karenanya, untukku meski dunia mengatakan perihal aku berbohong besar bila mengatakan – cukuplah kau bahagia maka aku akan bahagia — Percayalah, itu lebih baik bagiku dari harus bahagia di atas tak bahagiamu.

***
Entah saat pun kau jauh, saat pun kau tak ingin lagi mencintaiku, saat pun kau telah menyerah, saat pun kenyataan itu telah ku dengarkan. Entah saat dulu kau begitu menjaga perasaanku, saat dulu kau berusaha selalu ada demi tak melukaiku, saat dulu kau membuatku tersenyum pun menangis. Bagiku kau adalah alasan degup jantungku mendetak lebih kencang, kau alasan senyumku sebahagia pagi yang cerah, kau alasan air mataku jatuh tanpa sebab. Iya, kau yang membuatku jatuh cinta kali berkali. membuatku hanya melihatmu dan menutup mata pada semua. Iya kamu, kak Mus :’)

Sungguh begitu maaf, begitu banyak keluh mengeluhku. yang seperti mencoba menarik perhatianmu untuk melihatku. Aku kini semakin sepengecut itu, tak mungkin lagi memintamu dengan sesukaku. Hingga menulisku di sini, ku harap kau mafhum bahwa terkadang ada sesuatu yang akan meledak merusak segalanya bila tak di tutur, ia adalah rindu yang cinta pun tak bisa merahasiakannya. Bila sekalinya ini tak membuatmu nyaman. Abaikanlah, semoga itu membuatmu melupakan segala sia-sia yang kau habiskan karenaku. Agar aku tak menjadi kenangan yang membuatmu menyesaliku. Karena aku sungguh-sungguh meminta maaf untuk segalanya dan berterimakasih untuk semuanya. :’)

Bila kelak kau melupakanku, dan bila aku hanya bisa diam di cintaku sendiri. Bolehkah ku pinta satu pinta lagi? Sebagai gantinya aku berusaha lebih keras lagi untuk tak mengusikmu lagi. Hanya ku mohon, biarkan aku sekedar memandang punggungmu di kejauhanku, biar tasbihkan cintaku di doa-doaku, biar sekedar ku lihatmu di segala lini. Iya, jika tak bisa di hatiku, maka biarkan ku obati rinduku di semua lini-mu. Maka hanya itu pintaku, biarkan ku melihatmu. :'(

Iklan

2 pemikiran pada “Tentang Kenyamanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s