Perayaan – cinta menepuk angin –

Dalam cinta, mungkin panjangnya waktu yang terlewati, bukanlah hal seberapa yang terhitung, hanya saja aku telah kalah dengan kenyataan yang pura-pura tak kulihat selama ini — tak dicintaimu

5 tahun berlalu setelah hari itu, dan di sejak itu kusadari aku tlah membawamu di kehidupanku, memaksamu tinggal di hatiku. Maaf, sungguh jika ku tahu pada akhirnya bukan aku yang berjuang lebih dan harus kaulah yang berkorban banyak, di hari itu aku berharap tak pernah ada. Itu pun membuatku mengerti mencintai diam-diam kadang lebih baik.

Tapi apa dayaku, bahkan untuk melakukan sepertimu sekalipun aku tak pernah bisa. Berkali-kali di tiap malam aku ingin mencoba menjadi seseorang yang bisa membuatmu nyaman — menjadi seseorang yang kamu inginkan. Namun sungguh, aku terlalu mencintaimu hingga tak bisa ku penuhi itu – menjadi sekedar teman.

Ahh bagaimana bisa kau lalui semua ini, sehari saja melakukan hal yang tak nyaman itu rasanya mengusikkan. Namun padaku bagaimana bisa kau lakukan itu? Apakah aku telah memaksamu teramat sangat? atau benarkah aku begitu menyedihkan hingga begitu iba kau padaku? maaf sungguh bila membuatmu melakukan sesuatu yang tak kau inginkan. Aku sungguh menyesal, maafkanlah sungguh maafkanlah..

Namun semoga kau memaklumkan, aku hanya sedang merasakan sesuatu yang tak seharusnya ku paksakan. Ahh, bahkan hal yang memalukan bahwa aku pernah bahkan begitu sering berfikir kau pun merasakan perasaanku, mungkin benar kau merasakannya tapi bodohnya karena aku berfikir kaupun membalas rasaku, mencintaiku.

Cinta ini benar-benar membutakanku, hingga aku tak bisa membedakan perhatian sebagai kekasih atau sekedar teman baik. Dan pedihnya lagi karena aku tak tahu rasa percaya diri apa yang kusimpan di kepalaku hingga aku berfikir kelak kau akan memperjuangkanku? Begitu lucunya diriku bukan? Bahkan sering aku memimpikan bahwa tanpa ku mengemis pun mengiba-ngiba padamu kau akan datang padaku dengan cintamu yang dari dirimu sendiri. Iya aku sering mengharapkan itu kau lakukan padaku, namun pilunya — kenyataan pahit memang harus ku telan — bahwa jangankan meminang hatiku di hatimu, membuatmu nyaman sebagai kekasihku pun, kau mencoba 5 tahun tak bisa membuatmu nyaman. Lantas mempertahankanku — oh sungguh, aku begitu pengkhayal :'(

Dan kini, akan sejauh apa aku menjadi perempuan jahat bagimu, dibanyak tulisan dan keluhku. Aku selalu menoreh luka, seolah-olah akulah yang paling terluka. Namun kenyataan pahit dan begitu membuatku seperti tak bisa memaafkan diriku sendiri – kaulah yang mencoba begitu banyak, melakukan sesuatu yang hatimu tak nyaman. Telah sejahat itu padamu, maka bagaimana bisa aku masih memintamu dalam doa-doaku, bagaimana mungkin aku menarikmu lagi di hidupku yang tak nyaman?

Maaf sungguh maaf. Bila ku bisa melakukan pintamu, menjadi sekedar sahabat yang membuatmu nyaman, ingin sekali kulakukan hal itu namun sungguh aku tak bisa melakukannya. Aku tak bisa menahan luka untuk berpura-pura tak mencintaimu. Maafkan aku. :'(

Dan yang lebih membuatku takut — untuk menjadi sekedar sahabatmu, bahwa kelak aku akan (lagi) menjadi perempuan jahat yang memaksamu mencintaiku. Bila entah suatu hari nanti itu terjadi, bila aku menjadi begitu gila, ku mohon doronglah aku menjauh, campakkanlah aku. Dan biarkan aku mencintaimu tanpa harus menjadi begitu jahat padamu lagi. Bukankah hal yang wajar bila cinta tak mesti berbalas? Karenanya tak lagi perlu mencemaskan perasaanku, mencintaimu bagiku sudah begitu membahagiakanku :’)

Dan akhirnya kepada diriku, happy to fall in love, happy 5 anniversary. Dan padamu terimakasih telah begitu baik padaku, begitu lama mencoba mencintaiku. Engkau telah berusaha semampumu, tak perlu cemas bila akhirnya cinta itu tak bisa tumbuh di hatimu. Mungkin iya, aku bukanlah bunga yang cantik untuk tumbuh di sana. :’)

Untuk waktu bertahun ini, bukanlah seberapa. bagiku Menunggu dan mencintaimu di seumur hidupku yang tak mencintaiku pun tak masalah untukku. Kenyataan yang sangat melukaiku bukan tentang waktu pun cinta yang bertepuk sebelah tangan itu. Tapi pada hatimu, yang berusaha keras mencintaiku, dan itu karena aku menarikmu terlalu keras. Ahh aku telah menjadi perempuan yang begitu jahat :'(. Maka benar, untuk waktu-waktu lalu merayakan cinta yang ku skenariokan sendiri seperti ini, memang harus aku sendirilah yang melaluinya.. :’)

Happy 5 annver  to me :’)
17 Maret 2015

Dan lagi — merayakan cinta sendiri saja :’)
Eotteoke haeya joheulkkayo?
Maeumi sarangeul ttareuni, naega mwol hal su innayo? :'(

Iklan

2 pemikiran pada “Perayaan – cinta menepuk angin –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s