Kepada Lelaki Pertamaku #30HariMenulisSuratCinta

Kepada lelaki pertamaku…
Lelaki yang telah sekian tahun menjadi punggung bagi kami, bapak.

Mungkin ini bukan surat pertama untukmu, pernah kali-berkali di beberapa tahun silam aku pun menuliskannya untukmu dan sama seperti yang telah lalu, surat itu hanya kemudian tak pernah engkau baca.

Bapak, menulis ini untukmu, menuliskan surat untuk sekedar mengungkap cinta akan sedikit tabu untuk kita, inilah yang menjadi alasan mengapa putrimu ini dan kebanyakan orang hanya mampu menuliskannya dalam diam. Hingga untuk mengungkap cinta, mungkin tak bisa kami lisankan, namun semoga engkau bisa melihat laku kami sebagaimana kami melihatmu begitu teramat mencintai kami.

Bapak, lelaki yang teramat kucintai…
Menghabiskan waktu dan tumbuh bersamamu menjadikanku putri yang paling dekat dengamu, membuat semua lakuku hampir-hampir menyerupaimu. Walau kata orang, secara genetik justru faktor ibu lah yang lebih dominan padaku. Betapa aku sungguh putrimu yang beruntung bukan? Menjadi engkau dan menjadi ibu serta-merta :), walau ada-ada saja yang tak bisa kulakukan serupa ibu, aku selalu mencoba berperan sebagaimu. Kau sungguh mengajarkanku banyak hal, mengajarkanku melewati semua luka setidaknya membuatku tak begitu cengeng — ah tepatnya menyembunyikan air mataku :’)

Pak, maaf jika tak pernah purna untuk kalian. Sekalinya mencoba, kami hanya menemui gagal untuk membahagiakanmu sepenuhnya. Sering kau mengatakan, tak ada hal apapun yang bisa membahagiakanmu selain kami saja yang berbahagia, tak pernah lebih, sekedar itu pintamu. Pak, tapi lagi untuk pintamu itu, tak pernah cukup bisa kami melukakannya. Maka bila terkadang kau melihat kami tersenyum, tertawa riang dan membisik bahagia walau itu tak selamanya “benar” – tersering kami berpura-pura bahagia misalnya – maklumlah pak, perjalanan kami menuju bahagia seperti juga perjalananmu, kami harus melalui banyak luka. Namun percayalah, kalian telah mendidik kami sedemikian sebaik sebisamu, maka kami akan melalui semampu kami.

Pak, terimakasih untuk seluruhnya, untuk cintamu yang tak pernah habis dan untuk banyak luka yang kau perihkan. Tak akan banyak yang bisa putrimu ini berikan, hanya sebentuk doa dan sebisa mungkin mencoba berbahagia seperti pintamu. Pak, namun jika bahagia itu adalah perihal mensyukuri hidup, keluarga dan rasa cinta maka duhai, anakmu ini telah berbahagia. Semoga itu cukup melegakanmu pak.. :’)

Sehatlah selalu pak, tetaplah lihat putrimu ini tumbuh..
Berbahagialah, putrimu ini sungguh mencintamu…

#30HariMenulisSuratCinta #Day16

Iklan

3 pemikiran pada “Kepada Lelaki Pertamaku #30HariMenulisSuratCinta

  1. jadi inget ayah saya sis, huu,, tapi sayang sekali ayash saya banyak mengecewakannya dibanding menyenangkannya, tapi saya masih bangga dilahirkan di teteskan dari beliau. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s