Puan (Tak) Berparas Cantik #30HariMenulisSuratCinta

Haii puan, bagaimana soremu…
Seperti diberkali-kali sore, tentu kau jarang mengunjungiku bukan?
Mungkin iya, menjadi bagian pagimu adalah moment yang memang tak lagi memberiku waktu di soremu seperti hari ini. :)

Namun sore ini, bolehkah kita berbincang-bincang atau jika tak bisa, ambillah waktu untuk membaca suratku ini :)

Puan..
Aku suka saat setiap pagi kau menekuriku, melihatku dengan seksama demi tampak lebih baik di hari itu. Tak jarang kau tersenyum begitu lebar, tapi tak ku pungkiri kau lebih sering acuh dalam diam, yang jika boleh ku tebak di sana ada sedikit hal yang kau sesali, bukan?

Di depanku, benar kau akan terlihat seperti apa yang terlihat, akulah teman yang kata seluruh dunia adalah kejujuran :). Iya, seperti “suatu hal” yang tak sesuai harapanmu, benar kau perempuan tak berparas cantik — namun itu menjadi pembenaran saat kau tak bersyukur dan tak merasa tak pernah lebih baik dari harapan banyak orang – atau mungkin lebih kepada kau telah jatuh cinta pada seseorang yang kau merasa tak pantas untuknya. Jika lagi boleh menebak yang terakhir adalah alasanmu bukan?

Duhai puan, harus kau tahu, yang terlihat dariku sekedar yang bisa dilihat mata saja. Tentang hatimu, cermin syukurmulah yang akan memperlihatkan cantikmu. Karena menjadi tak cantik, tak selalu menjadi hal yang tersesali. Menjadi cantik pun, tak lantas semua yang kau inginkan serta merta tertuju padamu. Untuknya, semua rasa tak cukupmu, cukupkanlah. Belajarlah lebih bersyukur, seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan melihat itu. Jikapun iya, bukankah disitulah peranmu? kau bisa membiarkan dia menemukan yang lebih baik. Sebagaimana cinta yang tak melihat paras, sebagaimana juga cinta itu adalah keikhlasan, membebaskan.

Cukuplah menjadi cantik di hatimu, bila tak mampu. Setidaknya kau telah mencoba menjadi cantik :)

Puan..
.Syukurilah – Dirimu :)

Dari CERMIN kepada PUAN

#30HariMenulisSuratCinta #Day13 #Expeciallyday #temaIStandbyYou

***

Epilog:
Surat dari Puan Kepada Cermin

Tak menulis surat..
Duduk di depan cermin, kemudian hanya hening

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s