Kepada Putra-putriku #30HariMenulisSuratCinta

Kepada putra-putriku tersayang, kelak…
Yang adalah sebuah anugrah dan maha karya yang luar biasa, yang adalah sebuah mimpi yang kugenggam erat dihatiku.

Putra-putriku surat ini ibu tulis untukmu jauh sebelum kau terlahir, bahkan saat ketika belum kutemui pemilik rusuk yang ada pada ibumu. Jangan menertawainya yaa :p karena Iya sedikit hal yang perlu kalian tahu, ibu memang seorang pemimpi ulung tapi percayalah ibu telah semampunya berikhtiar dan mendoa sebanyak yang ibu bisa :’)

Putra-putriku tersayang…
Kelak, aku berharap “hari itu” akan datang, saat ibu memiliki kalian dan membesarkan kalian dengan segala cinta yang ibu miliki. Ahh ibu memang berlebihan berharap memiliki buah hati lebih dari seorang di saat ayah kalianpun aku tak tahu :p. Namun mau bagaimana aku bermimpi memiliki kalian, enam anak boleh lah hahay :*

Tentang kalian, mungkin itu masih melampaui mimpi ibu. Maka biarkan ibu bercerita tentang seorang lelaki yang ibu berharap dialah kelak menjadi imam di keluarga kecil kita.

Anak-anakku..
Ibumu ini hanyalah perempuan biasa, mungkin sangat biasa untuk ukuran seseorang lelaki yang ibu harapkan di lima tahun terakhir ini. Sering ibu berfikir, hal apa yang akan membuatnya merasakan yang ibu rasakan? Dia lelaki yang baik, ah di mata ibu malah begituu teramat baik, untuk bersandingan dengan ibu ah apalah ibu ini, nak. Tapi apa daya, ibu telah jatuh cinta padanya sebanyak yang ibu pun tak bisa mengukurnya hingga membuat ibu tak pedulikan siapalah ibu ini. Nak, untuk ini ibu teramat meminta maaf, karena terlalu berharap tinggi dan memaksakan kehendak ibu, hanya demi memenuhi perasaan ibu.

Anak-anakku..
Aku yakin kalian pun berharap sama dengan ibu bukan? Tetapi sekali lagi maaf, jika ibu tak bisa berjuang sebagaimana mestinya. Ibu hanya bisa menunggu sembari berdoa selebihnya ibu lebih banyak berserah saja. Dulu, Ibu ingat betul ketika dia pergi, nak, ibu tak bisa melakukan apapun, menahannya pun tidak. Bukan, bukan ibu tidak mencintainya tetapi ibu tahu “siapa aku”. Ibu tak memiliki hal apapun yang bisa menahannya. Tapi betapapun nak, ibu tak pernah melangkah menjauhinya, di tiap dekap doa,ku ibu tak pernah mengalfakan namanya. Jika tak untuk ibu, maka setidaknya hanya berharap dia hidup bahagia. Bagaimanapun dia pantas memiliki yang lebih baik dari ibu :’)

Anak-anakku..
Hingga didetik ini lelaki itu, menempati semua ruang untuk cinta ayah kalian kelak. Tak pernah sekalipun hati ibu bisa menggantinya, bahkan ketika tak kulihat setitik harapanpun, bahkan pun jika tak ku mendengar langkahnya menujuku. Tetap saja, dia yang memenuhi bilik kepunyaan ayah kalian. Maka untuk penantian ibu, maaf membuat kalian ikut menunggu lama. Maaf, tapi sungguh percayalah, kalian adalah harapan yang begitu ibu rindukan.

Sampai jumpa nak, sebisa seusaha yang ibu mampu, kita akan bertemu :*

#30HariMenulisSuratCinta #Day8

Iklan

4 pemikiran pada “Kepada Putra-putriku #30HariMenulisSuratCinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s