Kehilangan Pertama #30HariMenulisSuratCinta

Karena setiap yang hidup akan kembali, setiap yang datang akan berpulang. Mendahului ataupun didahului, perjalanan kematian hanyalah kehilangan untuk yang masih menunggu —

Dear Fika, sahabat kecilku tersayang… :’)
Sebelum ku sedikit bercerita di dalam suratku ini. Biarkan ku bingkiskan doa yang tak hingga, berharap siapapun membaca surat ini akan mengaminkannya :)
Allahumma uktubha ‘indaka fil muhsinin waj’al kitabaha fi ‘illiyyin wakhlufha fi ahlihi fil ghabirin wala tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu. Aamiin ya Muhaimin :’)

Fika, sepuluh tahun berlalu semenjak kita tak lagi menghirup udara yang sama, cukup lama tapi tak menghilangkan apapun dalam ingatanku, senyumanmu di waktu dulu selalu menjadi mekar bunga di pagi hariku. Itulah yang membuatku selalu merindukanmu, mengira-ngira kau masih ada :'(. Pun masih begitu jelas, bagaimana dulu kepergianmu begitu sangat menyakitiku – tak di hati tapi juga fisikku- . Kehilanganmu itu adalah kehilangan pertama di dalam hidupku yang begitu mengajarkan fikiran kanakku menerima hal yang tak pernah ku duga, bahwa akan ada masa seseorang yang kita sayangi akan pergi.

Sahabatku, benar kau takkan membaca suratku ini..
Tapi biarkan aku sekedar menuntaskan rinduku padamu, seperti dulu kita menghabiskan hari-hari untuk saling bertukar cerita.

Baiklah, sedikit ku bercerita tentang keluarga terkasihmu…
Tak beberapa lama, aku bertemu ibumu. Dia masih sama tapi tubuhnya semakin ringkih di makan usia, ah tidak aku fikir ia banyak memikul lelah atau mungkin sebab menyimpan rindu teramat dalam padamu dan bapakmu yang juga telah pergi menyusulmu dua tahun lalu. Sungguh mendekapnya hari itu, seperti memeluknya saat kita kanak dulu. Lagi-lagi aku seperti merasa kau masih ada :'(

Oh iyaa, kamu tahu? Di semenjak kepergianmu, keluarga kecilmu memiliki dua keluarga baru. Kak Akhsan (keponakan aku nih) dan tentu saja keponakan kecilmu AL. Iya, ini hal yang sedikit lucu karena saat anak AL jadi keponakanmu, dia justru menjadi cucuku :/, yup kak Nita bertakdir dengan keponakanku :/ hahaha. Hmmm bukankah kini kita benar-benar menjadi keluarga?

Tentang adik kecilmu Mira, dia kini tumbuh menjadi gadis yang cantik sama sepertimu. Meski pendiammu tak dia warisi, melihatnya bak melihat dirimu yang tetiba menjadi begitu cerewet :D. Kalian benar-benar pinang yang berbelah dua yang kadang kufikir, dia terlahir sebagai penuntas rindu untuk sesiapapun yang menyayangimu. Pun aku :’)

Dan terakhir..
Terimakasih untuk segala kebaikanmu dan terimakasih telah menjadi seutuh-utuhnya seorang teman, sahabat — Bogosipoyo :*

Aku berharap kelak, di hari perkumpulan, di tempat pulang kita. Tuhan akan menempatkan kita di sebaik-sebaiknya rumah tempat akhir segala hidup.
Mempertemukan kita, di syurganya. Semoga Aamiin :’)

Iklan

2 pemikiran pada “Kehilangan Pertama #30HariMenulisSuratCinta

  1. Terdahulu saya ucapkan aamiin, smg doa mbak terkabulkan oleh Allah Swt, Ternyata kita punya pengalaman yang sama ya mbak, kehilangan orang tersayang ya kehilangan. kepergian utk selama-lamanya. Hanya soal waktu. kita pun akan menyusul smg kita dipertemukan dgn mereka di surga kelak, aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

    Salam persahabatan dari Dompu-NTB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s