Pertemuan di Masa Depan #30HariMenulisSuratCinta

Hai kamu, entah siapa…
Tapi aku berharap itu adalah kamu-ku*… :)

Menulis surat untuk seseorang yang pernah mengesankan dalam pertemuan, cukup membuatku membolak-balik kembali ingatanku. Mencari nama bahkan rupa yang mungkin saja pernah menjadi bagian penting dalam ingatanku. Kamu tahu? berkalipun mencarinya aku tak menemukan siapapun di sana, hingga kubenarkan bahwa seseorang itu belum pernah menyinggahi ingatan-ingatanku. Lalu aku menyimpulkan, dia masih bagian dari masa depanku, mungkin.

Hai kamu, maka kuputuskan menulis surat ini kepadamu, yang entah kamu siapa di masa depanku nanti…

Menjadi seseorang yang tidak mengedepankan “kesan pertama” membuatku sulit memetakan siapa kamu yang tinggal di hatiku lebih lama hanya karena sebuah pertemuan. Aku memang sedikit payah dalam mengingat sesuatu yang bisa jadi penting bagi seseorang, namun tak perlu mencemaskan hal itu. Aku bisa jadi begitu payah dalam mengingat tapi percayalah jika nanti aku tlah menulismu kali berkali dalam ingatanku, sekali pertemuan akan cukup mengabadikanmu tak hanya di ingatan tapi juga di hatiku. (Yaa kan yaa kan, masih saja aku berharap kamu itu adalah kamu-ku*)

Namun bila nanti kita bertemu, dan kamu membaca surat ini. Kamu boleh bercerita kepada siapapun di sekitarku, keluargaku, sahabatku, rekan kerjaku dan semua teman-temanku, tentang pertemuan-pertemuanku dengan mereka. Karena kenyataannya mereka semualah yang memenuhi ingatanku, hingga aku tak bisa memilah who “The First Time In Forever” ku, Orangtuaku kah? Apa tak kau fikirkan untuk ku harus menobatkan mereka? sebagaimana mereka adalah manusia pertama yang aku cintai mungkin itu bisa jadi hal yang terfikirkan bukan? Sayang aku masih terlalu bayi untuk mengingat kesan apapun saat itu – terlagi untuk segala pertemuan rasa-rasanya tak elok bila ku sandingkan mereka dengan sekedar pertemuan first time, toh they are my life:)

Hmmm tentang ini, apakah kamu juga memiliki seseorang seperti itu? Aaahh, tak perlu di jawab, jika kau mengatakan “iya”. Mungkin aku akan sedikit patah hati :D. Kali pertama membaca tema surat ini, aku membayangkan betapa bahagianya mereka yang menemukan seseorang itu dan bisa hidup bersama-sama tapi bagaimana dengan mereka yang sekedar dipertemukan lantas hanya menjadi kenangan manis di ingatan? Dan yaa, kau tahu bukan? Terkadang dan mungkin lebih sering, kenangan manislah yang lebih intens melukai ingatan dibanding kenangan pahit itu sendiri. (Hheeeh sotta ma) Hingga bila nanti surat ini sampai kepadamu dan di masa depan aku bukanlah ingatan yang akan membahagiakanmu, bolehkah kupinta tak pernah menemuiku? Maksudku, mari kita tak saling menemui saja. :D (apa coba? sok-sok punya pintu ajaib doraemon aja :p)

Terlepas dari itu, sejujurnya aku sedang berharap segera menemui seseorang. Entah bila harapanku hanya menepuk angin ataukah akan berakhir dia menjadi selama-lamaku. Aku hanya berharap dia itu adalah kamu. :)

#30HariMenulisSuratCinta #Day6

—–
*Jika pertemuan tak sebatas saling bertukar melihat satu-sama lain. Maka benar, surat ini sesungguhnya ku tujukan padamu. Lelaki, pemeran utama disebanyak aksaraku – Mus ♥

Iklan

5 pemikiran pada “Pertemuan di Masa Depan #30HariMenulisSuratCinta

  1. Hidup ini seperti daun kering, luruh jatuh dari pohonnya dan terbang terbawa angin. Hanya bisa terpasrah saat akan terhempas jatuh kembali.
    Keep strong and smile always :) :D ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s