Tunggulah…

Kepercayaan diriku yang membuatku tetap di tempat dan di doa yang sama adalah debar jantungku yang hanya menuju hatimu yang berkalipun tak ku temui indahku. Aku tetap tak bisa menyerah melihat hati selain hatimu ~

Jangan pernah lelah padaku, terlebih jangan lelah kucintai. Tunggulah sebentar lagi, doa-doaku saling menunggui menemukan titik doamu. Itu takkan lama lagi, semoga kau telah berdoa tentangku, tidak, tak harus tentang aku akan satu denganmu setidaknya doa-doaku menemukan pasangnya untuk siap di langitkan atau pulang kepadaku sebagai ketabahan, kelak. Telahkah? Tunggulah sebentar lagi, waktu saling mengatur jarak menemukan kita. Itu mungkin telah dekat, semoga kau telah merencana menemuiku, tidak, tak harus sebagai kekasih setidaknya waktu memberiku detik menatap matamu untuk ku temui aku di sana, sebagai yang ingin kau sidekapkan atau kau tabahkan hatinya, nanti. Mungkinkah?

***

Sekalipun jika hakikatnya melepaskan adalah sebaik-baiknya mencintai. Sungguh maaf, aku tak bisa mencintai sebaik itu…

Iklan

2 pemikiran pada “Tunggulah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s