(Musikalisasi Puisi) Kau Lebih Memilih Untuk Mencintai Atau Dicintai — by: Panji Ramdan

Dalam hal cinta pilihan akan menjadi penentu, di mana kita akan tinggal atau akan menetap. Karena ini adalah cinta.Diantara mencintai dan dicintai, kau lebih memilih yang mana. Tentu saja jawaban kita tidak akan selalu sama, karena ini adalah cinta.

Karna setiap orang mempunyai jalan pikirannya masing-masing setiap orang mempunyai pilihannya masing-masing.Kita mencintai seseorang tentu sangat membahagiakan kita dicintai seseorang itu pun sangat membahagiakan.

Jika kau memilih mencintai tentu kau mempunyai alasannya tersendiri, begitupun jika kau lebih memilih untuk dicintai kau pun tentu memiliki alasannya tersendiri, aku tidak akan pernah bisa memaksamu untuk mempuyai jawaban sepertiku karena ini adalah cinta sulit diterka dan sulit untuk dicerna.

Tapi pernahkah kau memikirkan bagaimana hati seseorang yang mencintai kita? kau tidak akan tahu sakit atau tidaknya hati orang tersebut. Tapi aku minta dengan sangat luangkanlah waktumu untuk memikirkannya, maka kau akan tahu bagaimana ketika hati orang yang mencintai kita tidak terangap oleh kita.

Kau tahu bagaimana sakitnya ia, masihkah kita akan tetap egois dengan pilihan kita? Resiko dalam mencintai adalah sakit dan resiko dalam dicinta adalah membuat orang sakit, jadi sekali lagi aku bertanya kau lebih memilih mencintai atau dicintai?

*****

ah puisi ini.. :'(
Tapi apatah, bukan kesalahan sesiapa telah dicintai. Toh tak pernah meminta dia dicintai. Bilalah dalam cinta ada kesalahan, bukankah itu murni kesalahan yang mencinta? Dan lagi mencintai dan dicintai bukanlah sebuah pilihan, ia memang tercipta sebagai sesuatu yang sekoyong-konyongnya datang sendiri, tanpa diminta tanpa direncana. Pun masing-masing kita dalam lingkar yang sama, sedang mencintai dan sedang dicinta, dan jika benar resiko cinta seperti puisi di atas, maka masing-masing kita sedang sakit dan pun menyakiti. Hanya kadang kita terlalu egois, berharap seseorang yang kita cintai sedang mencintai kita, padahal manatahu orang yang kita cintai sedang mencintai orang lain, pun dia sedang berharap dicintai juga? Maka sesungguhnya kita akan sama-sama sedang sakit dan menyakiti bukan? Namun jika memilih itu kepastian dan sebuah keharusan. Untukku, meski resiko mencintai adalah sakit. Mungkin aku akan lebih memilih mencintai saja. Pun jika kita dicintai seseorang, lantas kita tidak mencintainya, tak serta merta kita balik mencintai hanya karena tidak ingin menyakitinya. Sebab bagiku, memintanya pergi justru adalah hal terbaik. Cinta, tak selalu akan berbalas kan?. Resiko mencintai – bukankah memang adalah sakit (jika puisi itu benar)? Dan mungkin pada akhirnya, cinta hanya soal peruntungan. Tentang mencintai seseorang yang mencintai kita dan tentang dicintai seseorang yang kita cintai. Haha sepertinya mencintai dan dicinta memang serupa aromatik siklik (pinjem istilah rumus kimia nih) yak :D

***
tak pernah ada yang bisa menahan kita untuk jatuh cinta kepada siapapun, tapi kita bisa menahan diri kita sendiri untuk tidak menjatuhkan kebahagian orang lain demi memintanya membalas cinta kita” <— (lupa pernah baca dimana)

Dan bila demi menuntas rindu, bolehkah ku sekedar datang berkunjung? Ah aku bahkan tak dapat menahan jemariku, untuk sekedar tak mengusikmu. Maaf :'(

Iklan

2 pemikiran pada “(Musikalisasi Puisi) Kau Lebih Memilih Untuk Mencintai Atau Dicintai — by: Panji Ramdan

  1. Bagian ini yg terdalam buat saya..
    “Kau tahu bagaimana sakitnya ia, masihkah kita akan tetap egois dengan pilihan kita? Resiko dalam mencintai adalah sakit dan resiko dalam dicinta adalah membuat orang sakit, jadi sekali lagi aku bertanya kau lebih memilih mencintai atau dicintai? ”

    kunjungi blogspot kami yaa.. semoga bermanfaat juga untuk anda2 semua..
    Proses pembuatan
    seragam batik solo printing

    Proses pembuatan seragam batik tulis solo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s