Terka —

Pikiran seperti apa yang paling menakutkan, selain fikiran menerka-nerka? Dan aku selalu berada di situasi itu. Mengira di cinta, mengira tak di cinta. Mengira di harapkan, mengira tak di harapkan

Saat dikira dicintaimu, kepercayaan diri seperti apa yang ku simpan di hatiku hingga berfikir kau mencintaiku? tak ada, selain bahwa aku mencintaimu. Sebab jika cinta – harus – beralasan, sungguh bahkan aku tak menemukan sesuatu di diriku yang kufikir membuatmu menjatuh cintaiku. Lantas, salahkah bila akhirnya di saat-saat tertentu aku berfikir manakah mungkin kau mencintaiku?, sedang sesering waktu di saat ingin ku utarakan tanya dan membuka percakapan-percakapan perihal kita. Entah, seberapa besar usahaku itu, sebesar itu kau -sepertinya- sedang mengatur jarak denganku.

Sedemikian mengerikannya menerka-nerka itu, ahh bagaimana jika salah terka-ku? —

***
Ajari aku menerka dengan baik, perjelaskan padaku apa yang abu di fikirku. — Sedang tentang aku? Ku perjelas lagi, Aku Mencintaimu :’)

Iklan

Satu pemikiran pada “Terka —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s