Adik Kecil Itu —

Tepat sepekan setelah saya menabrak adik kecil di kompleks tempat tinggalku, hari di mana aku dituntut untuk lebih berhati-hati lagi. Ahh layaknya dua hal yang saling melengkapi tikungan dan tetiba adik kecil itu berlari ke tengah jalan membuat takdir tak bisa kuelakkan. Memperlihatkanku bahwa ada banyak hal-hal di luar duga kita, takdir.

***
Hari ini saya jengukin adik kecil itu dan alhamdulliah lukanya sudah mengering. Kasian banget ma dia, udah masih kecil malah gak nangis sama sekali, duh justru saya yang berkaca-kaca gak jelas hari itu, di tambah pula lukanya besar banget, hik berharapnya sih gak ada luka dalam.
Hmmm klo ingat itu duhh, rasanya ngeri banget. Pas nabrak pikiran saya langsung melampau jauh, hik nauzubilla. Saking cemasnya tiap pergi and pulang kerja saya sempatin singgah di rumahnya, beruntung orang tuanya baik banget, sampe ngelarang saya repot-repot mampir mulu. Ah semoga mereka sekeluarga selalu diberi kesehatan. Allahumma aamiin :’) {}
Terimakasih adik kecil sudah bermain ceria hari ini, menghilangkan sedikit cemasku. Semoga tak begitu mengena trauma, yang bisa jadi abadi di dalam kenanganmu :’)

***
Karena akan selalu ada pelajaran, bahkan untuk hal-hal kecil tak terduga itu. Terlagi untuk sesuatu yang pasti, perihal kematian :’)

image

Mana tahu luka itu membekas, ta'resepin bioplas juga. *penabrak sekaligus parmasisna* :D

Iklan

6 pemikiran pada “Adik Kecil Itu —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s