Tinggallah Selamanya —

Dan pada peluh terakhir
Doa-doa akan menjelma ingatan
Menggugur gelisah di resahku
hingga ku semat di seribu sajadahku
“Tuhan, jangan lagi palingkan langkahnya dariku”

Tapi kutahu meski,
Menyaksi punggung cintamu, tak lepas,
Agar tak sekali waktu, khilaf awasku
Cinta serupa kemafhuman
Selalu melepas senyum untukmu
Entah, di kepulanganmu
Entah, di kepergianmu

Namun bila tlah di simpang.
Doaku memintamu berbalik, sekali lagi
Pastikanku, baik-baikkah aku?
Selepas itu,
Kuharap kembalilah
Lalu tinggallah selamanya

Karena aku, tanpamu
Mus, percayakah? akankah aku baik-baik saja? :’)

Iklan

4 pemikiran pada “Tinggallah Selamanya —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s