Untuk Rindu —

Demi yang tak bisa aku sampaikan, demi yang aku simpan sendiri, demi yang sungkan aku keluhkan, demi yang aku perjuangankan seorang, demi yang aku titip melalui doaku, demi yang aku taruh harapan kan berbalas, ialah RINDU. Bolehkah Tuhan, ia menjelma bahagia saja? Tidak harus seluka ini, agar ku bisa memastikan jikalau lah dia sedang merindukan seseorang, dia akan baik-baik saja.

Untuk rindu yang sering menepuk angin, yang tak pernah bisa terbiasa oleh pedihnya pengabaian. yang meski juta kali tertimpa, rasanya tetap saja sama. Tuhan, inikah cinta yang tak ubahnya ku sebut bertahan, maka ampuniku bila di lamanya waktu berjalan aku masih saja mengetuk pintu yang sama. Untuk ini, mohon bisikkan pula maafku padanya, untuk lagi-lagi mengusiknya.

Untuk rindu yang mungkin salah alamat, yang ku kukuh menyebut itulah rumah tuju terakhir, yang meski pintunya tetap tertutup, aku masih saja di sana. Tuhan, inikah cinta yang tak ubahnya ku sebut perjuangan, maka sungguh ku pinta jangan biarkan ku berbalik dan berputus asa dari berharap  hanya pada-Mu. Untuk itu, mohon sampaikan pula kekerasan kepalaku, untuk aku yang takkan ingin menyerah.

***
Adalah kau yang ku tulis di ingatanku, di doa-doaku, Mus.

Iklan

6 pemikiran pada “Untuk Rindu —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s