Secarik kekata, kamu #1

Ini untukmu..

Apa kabarmu? ahh seperti sudah lampau lama tak bersapa denganmu, padahal belum lagi berputar 1×24 jam sejak kita bercakap sederhana tadi pagi perihal wifi hahahaah. Jangan tanya mengapa, tentu saja batas waktu sepanjang itu adalah rentan yang cukup lama untukku, kau tahu itu bukan? Dan jika kali ini aku menulis surat ini, bisa ditebak, aku rindu :)

Heheh mungkin sedikit lucu menyebut ini surat, karena bahkan mungkin, walau bukan lagi masanya setidaknya surat ini harus sampai ke alamatmu, alamat email misalnya :p. Ah tapi jika beruntung dan jika mungkin masih teringat olehmu ruang hati ini, kelak entah kapan kau bisa membacanya bukan?

Hmmm oh iya, jika lagi suatu waktu aku menulis surat lagi untukmu, aku harus menyebutmu apa di surat-suratku, bukankah kita tak pernah punya sapaan? Kadang hanya merasa tak sopan menamakanmu ‘kamu’, apakah aku harus menyebutmu kakak, Aa, atau apalah sesuatu yang bersapa lebih sopan? Hihihi tapi walau sedikit tak sopan sebenarnya sapaan ‘kamu’ itu romantis bukan? aihh ini, apalagi coba? :D

Sepertinya sekedar itu dulu isi suratku, sekedar memberi tahumu. Perempuan ini merindukanmu :)

***
Mungkin hari ini kamu sedikit letih dengan pekerjaan, tetap jaga kesehatan ya :)

with love
me

Iklan

13 pemikiran pada “Secarik kekata, kamu #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s