Salahkah, Cinta? —

Suatu kali ada seorang sahabat yang menasehati sahabatku yang lain, perihal jangan mencintai seseorang dengan sebegitunya. Aku tahu sahabat yang di nasehati tak merasa seperti apa yang difikirkan oleh sahabat yang menasehati
, sedang sahabat yang menasehati kukuh dengan klaimnya, hingga aku yang menyaksikannya merasa yang dinasehati tak memiliki apapun kecuali – dosa.  Aku tahu kedua mereka telah faham betul perihal itu, Karenanya saat itu aku hanya diam, dan merenungi diriku. Benarkah mencintai sesalah itu?

Tentang sahabatku yang sedang jatuh cinta itu, mungkin aku tak mengenalnya begitu baik, sebaik ia mengenal dirinya. Tapi tak sedikit juga yang aku tahu, setidaknya aku memafhumkan bahwa cinta yang digenggamnya saat ini bukanlah kesalahan fatal, dan pula aku kira memang itu bukanlah kesalahan. Bukankah cinta, tanpa diminta ia akan datang tanpa permisi? Toh, aku menyaksikan bahwa ia masih mencintai dengan wajar. Ah, aku tidak sedang membenarkan tentang apa yang kini menimpaku juga. Tapi seseorang yang jatuh cinta, siapapun itu, tak hanya aku, Akan memahaminya.

Dan di sini bolehkah ku tarik simpul dari yang ku saksikan hari itu? Seperti yang kita ketahui semua, setiap orang pasti pernah jatuh cinta tak terkecuali manusia yang mengakui mencintai Tuhannya dengan sebesar-besarnya. Ini tak lain dan tak bukan, sebab cinta itu fitrah yang tak bisa kita ingkari. Hanya saja tiap orang berbeda dalam menyikapinya, bisa jadi dengan cara yang di ridha bahkan sebaliknya. Tapi tak lantas jatuh cinta itu salah bukan? hanya karena alasan “cinta itu milik sang Pemilik saja?”. Maha Besar Allah dengan segala yang di anugrahkan kepada manusia, bahkan untuk cinta yang DIA pun tak pernah membatasinya. Maka mungkin benarlah, cinta itu bukan soal seberapa nilai persenan apalagi seberapa banyak pembagian. Karena kita tidak akan mungkin memberi 50% untuk Tuhan, 30% untuk ayah ibu, dst atau 7 untuk Tuhan, 2 untuk ayahibu, tidak mungkin bukan? Sebab tahukah mengapa? karena kita tidak bisa mencintai Tuhan “seperti” kita mencintai ayah ibu kita, mencintai ayah ibu kita seperti mencintai Tuhan atau mencintai seseorang yang kita cintai seperti mencintai Tuhan kita. Tidak, tidak bisa. Namun pun tak lantas cinta itu bernama sama rata, tidak. Karena sama halnya kita tak bisa mencintai Tuhan dengan “cara” mencintai ayah ibu kita pun sebaliknya. Pada akhirnya cinta bukanlah soal hitungan, tapi lebih dari itu ialah sebuah tindakan, realisasi. wallahualam

Maka untuk siapapun, hanya tolong beri kami ruang, tak lantas menghakimi atas perasaan yang kami tanggung. Nasehati kami dengan ahsan, yang tak membuat kami menjadi hina bagi diri kami sendiri. Sungguh kalian tahu, untuk belajar sesuatu kita tak harus merasakan dan mengalaminya terlebih dahulu agar kita mengerti, tapi tidak untuk cinta, kita harus merasakannya dahulu untuk memahaminya.

Karena sungguh perempuan seperti kami, bukan tak sedang ingin tahu. Hanya saja kadang cinta tak selalu datang dengan cara yang kami inginkan, semulus doa kami yang mengucur tiada henti. Perempuan seperti kami pun tidak sedang bermain-main, mungkin ini bagian dari cara kami berikhtiar, sebab kamipun tahu tak ada yang bisa menyelamatkan cinta selain pernikahan dan kami hanya bisa bertindak sejauh menyatakan perasaan, berdoa kemudian bersabar. Maka jika kau melihat kami menangis dan menulis banyak hal dengan segala keanehan tentang cinta, jangan cap kami telah jauh dari Tuhan, soal itu biar DIA yang menilai.

***
Teruntukmu yang menasehati kami dengan cinta..
Sungguh tak ada manusia yang sempurna, hanya memohon maaf untuk kekata-kami yang sering tersalah dan untuk telinga kami yang mungkin telah bebal.

bahkan untuk kekataku ini di hari itu, “Jatuh cintalah pada ‘seseorang’, agar kelak kau mengerti :)”

Iklan

Satu pemikiran pada “Salahkah, Cinta? —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s