Sepeduli Apa Kami —

Sepeduli apa kami,
Doa kami hanya hampir sebatas untaian, yang memohon dengan ucap-ucap lafadz yang bahkan tak sempurna. Di sujud-sujud pun doa kami tentang diri sendiri malah terlampau banyak ketimbang tentangmu. Kami-lah selemah-lemah iman itu.

Sepeduli apa kami,
Kami meneriaki selantang yang kami bisa pada para nazi itu, namun juta kali teriakan kami bahkan tak mampu menahan satu peluru pun. Kami hanya merutuk geram tak bisa berbuat, lantar raga kami terlampau takut. Kami-lah yang ingin berjuang tapi tak memiliki syarat itu.

Sepeduli apa kami,
Tangan kami yang terulur terlalu perhitungan menyisihkan milik kami, tak bisa memberi segala lalu hanya memberi sekedar saja. Kami-lah semiskin-miskin pemberi itu.

Sepeduli apa kami, ketika kami hanya bisa membelamu dengan sesederhana ini. Ketika kalian justru berterima kasih kepada kami?

Sepeduli apa kami, ketika dalam aman kami justru terlampau sering melalaikan ibadah kami, ketika justru di sana di negerimu sendiri kalian di pasung oleh bom bardir para keji. Tentu tentang kami ini, lebih menyakitimu bukan?

Sepeduli apa kami, ketika tak elak gambar-gambar dan video-video tentang kalian terpampang jelas di mata kami, dan kami kemudian hanya bisa merutuki, merasa sedih, iba dan terluka? Padahal kami pun tahu, siapa yang lebih beruntung di antara kita.

Sepeduli apa kami,
Di Negeri aman kami, ketika kami sibuk menekuri dunia dan sibuk mencari tangga menuju syurga. Di sana, di negerimu yang katanya tak aman, sesungguhnya kalian hanya sedang membuka pintu, pintu memasuki syurga, pintu tertinggi, tempat menemui Rabb, tempat berakhir segala masa.


Nisfu Ramadhan, Makassar

Iklan

3 pemikiran pada “Sepeduli Apa Kami —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s