Selepas Lelap —

Ada gerimis menitik menembus batinku
Serupa doa-doa yang tak lelah, tak henti
Ia datang tiap kali aku terbangun
Dan tentu, begitu mahir mengulang kesedihanku

Tidak, ku tak ingin memanjangkan sedihku
Atau mengulur jauh kebahagiaan
Hanya saja, bertemu mu dalam mimpi
Menjadi air mata di terjagaku setelahnya

Iya, kuinginnya tak seperti itu,
Namun, malam telah mengenalmu jauh terlampau aku
Hingga ia tahu betul ada di mana kau, di fikiranku

Kau ada di sana,
Dan aku harus berkali-kali menabahkan air mataku
Tersebab nyatanya, malam hanya sekedar memampirkanmu
Tak benar-benar ada, tak pernah ada

***
Kelak, tuntaskanlah kesedihanku
Benar-benarlah menjadi nyataku – sekali sajalalu selamanya :’)

M♥A

Iklan

Satu pemikiran pada “Selepas Lelap —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s