Menunggumu —

Sudah begitu lama kita berjalan seperti ini, sesekali kita berjalan beriringan, sering pula berjalan di sisi yang berbeda. Tapi aku selalu berharap di mana pun tapak kita melangkah tuju kita tetap sama. Iya, semoga kau berharap yang sama.

***

Tanpa aku tuliskan lagi, kau tahu bukan bahwa aku selalu menunggumu? Meski aku hanya bisa menebak-nebak rasamu, juga hanya bisa membumbung harapan-harapanku. Bagiku itu sudah cukup membuatku berdiri di sini, menunggumu. Maka tak perlu lagi aku menulis janji untuk berdiri di sini menungguimu, atau tetap berjalan di belakangmu bahkan hanya dengan memandangi punggungmu. Itu tak perlu, bukan? Cukup kau saksikan dan melihat bagaimana aku akan bertahan.
Jika dulu aku pernah begitu tak bersabar, dan mencoba menyembuh luka dengan ikut memunggungimu, tahukah lagi? Saat itu aku tak pernah melangkah setapak pun untuk meninggalkanmu, aku hanya mencoba tak memandangimu agarku menahan diriku untuk tak memaksamu berbalik padaku. Tetapi sekali lagi aku tetap di sini menungguimu, berharap kelak kau akan berbalik tak memunggungiku dan segera berjalan padaku. — hanya semoga.

Singkat kata, aku bahagia mencintaimu.

Maka menunggumu, tak masalah untukku

M♥A

Iklan

7 pemikiran pada “Menunggumu —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s