Sahabat dan Waktu #3

Dia teman, dia sahabat yang mencintaiku lebih, sangat. Tapi entah, mungkin untuk kesekian kali aku telah mengecewakannya . Jika kali ini ia harus membenciku, benar dia harus melakukan itu.

***
Batu jika ditetesi air akhirnya akan berlubang juga, tapi hatiku? Kian hari kian tak peka saja. Makin dikasihi makin beku. Kemana aku yang selalu ada untuk mereka sahabatku – teman? Dulu mereka kuizinkan terbiasa denganku, membuat mereka seolah adalah sgalanya bagiku, alih-alih walau dunia tak percaya. Tahukah? Mereka akhirnya menjadikanku sisi terindah di hidup mereka, hingga pun kalian tahu? Sedikit saja kulukai mereka, patah sakitlah mereka. Dan aku? Seperti batu – tak peduli. Fikiran bodohku bahkan selalu menolak sikap mereka, mengapa harus serumit itu? Tapi dasarnya aku tak peka, terlalu bodoh menyadari, cinta tak sesederhana mengabaikan. Dan pada akhirnya yang kudapati hanyalah kehilangan!

***
Maaf teman, terkadang ada hal yang tak bisa kupenuhi, meski sebisaku memenuhinya. Aku memang bukan teman yang baik, tapi percayalah ini bukan isyarat ingin melupakan pun mengabaikan, tapi sungguh itu di luar kuasaku.. Sekali lagi maafkan bodohku ini..

Buat Nunu, si fans beratku hahaha :D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s