Sekali Lagi, Hanya Pergi Untuk Kembali

Setelah memikirkan mana baiknya, akhirnya saya memilih hiatus dari posting memosting di rumah kecilku ini . Hanya ngeposting loh, untuk blogwalkingnya sih tetep :D.

Sebenarnya bukan masalah tak lagi menulis di tempat ini, toh banyak wadah tempatku menulis. Hanya saja, bertahan menulis, untuk saat ini sebaiknya tak ku terusakan. Benar sih masalah hati ini tak lantas membuatku harus vacum. Tapi segala yang tertulis di tempat ini cukup menjadi alasan, mengapa.

Hehe, semisal lari dari kenyataan ya? Tapi untuk lebih nyaman, kita sebut saja ini bagian dari usahaku berdamai dengan masa lalu :D
Ah sudahlah, toh hanya sekedar tak memosting kok! Selebihnya masih tetep aktip, termasuk tetep jadi blogwalker :p

Pernah berkunjung kerumahku ini? Atawa sekedar membaca head nameku? Selintas membacanya tentu sangat mudah ditebak! Iya, menebak bahwa hampir segala yang ada di sini hanyalah kesedihan dan cinta! Tak lebih, bukan?
Benar, dan saya mengakui itu. Itulah mengapa saya mengambil keputusan ini, setidaknya selain tak menyebarkan kesedihan, saya juga tak ingin berlarut di dalamnya lebih lama, pada kesedihan yang ‘sama’.

Berdamai dengan masa lalu, dan memaafkan diri sendiri. Lalu berkorban dengan perasaan, dan memaafkan kesalahan yang tak pernah dilakukan seseorang, dengan berhiatus memang tak membuatku menjadi penyesal yang hebat. Walau iya, tulisan kesedihan di sini seolah melukiskan penyesalan-penyesalanku. Tapi keyakinanku, tentang kita yang ber-Tuhan, selalu mengajarkanku bahwa sgala yang terjadi tak pernah mungkin terjadi tanpa ada hikmah di dalamnya, meski kita tak bisa menarik simpul secepat kesedihan itu datang, saya percaya ada suatu waktu, kelak kita akan berguman “Ooh, inikah maksud Tuhan? :’)”

Oh iya, sekembaliku nanti. Bukan berarti saya tak akan menulis tentang kesedihan lagi. Hahahaha that’s mind from this site! Tak akan berubah! Hehe, hanya saja akan mencoba memusatkan kesedihan itu pada yang pantas! Semoga! Karena bagiku, tentang siapapun yang mengatakan kesedihan itu adalah keputusasaan, saat itu mereka hanya menempatkan kesedihan itu pada satu pusat yang tak punya jalan keluar. Padahal, jika ingin meniliknya. Kesedihan itu ibarat 2 pintu yang harus kita pilih, memilih pintu berserah ataukan pintu putus asa.
Ah sudahlah, whatever its reason. Saya hanya pergi untuk kembali. Karena bagaimana pun terkadang kita butuh ruang, untuk berdiskusi dengan diri sendiri. Dengan hiatus mungkin :D

and then, thankyu so much bagi pengunjung setiaku *ceileeeh :D. Terimakasih dah mau mampir membaca kesedihanku. Entah, di suatu hari nanti saya akan kembali menuliskan kesedihanku, dan mungkin kesedihan siapapun :D. Dan mumpung menjelang ied mubarak, dengan segala pengorban hati, saya memohon kemaafan, kalau-kalau dalam kurun yang cukup lama ini ada yang kurang menyenang baik saat saya blogwalking ataupun memosting :’)
HAPPY IED ADHA :* (Motong hati *eh sapi :p)

with love ‘me’

***

Dibanding hal yang menyakitkan, ternyata hal-hal yang menyenangkanlah yang sulit dituang dalam tulisan ~ @reeadzkya

Mengapa? sebab hal-hal menyenangkan lebih kepada ingin dirasakan bukan dituliskan, sebaliknya :p ~ @reeadzkya

Salah satu alasan, mengapa rumah ini lebih sering menuliskan kesedihan :)

***
Ralat: Hiatus ya hiatus sajaaa, totaly! Hehe mungkin seharusnya akan berhiatus total yaa :) Sampai jumpa kembali. Nanti, tentu saya akan merindukan sgala yang ada di sini :’) hiks

Iklan

3 pemikiran pada “Sekali Lagi, Hanya Pergi Untuk Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s