swaa…!

swaa…! Maka seketika, hilanglah sgala kenangan buruk. Enyahlah sgala prasangka buruk. Tiadalah sgala perasaan buruk .

Aku, baik-baikah rupa rasamu? Apa kau merasa kesepian? Tolong tunjukkan padaku perihal air mata yang kau tumpahkan, apakah benar tersebab sepimu? Aku tak yakin, sebab sejauh ini yang ku tahu kau tlah terbiasa dengan sepi, bahkan ketika yang kau sebut cinta itu ada di sisimu.
Lihatlah kau menangis lagi, adakah aku tlah menyinggung rasamu? Maaf jika tanyaku melukaimu tapi aku hanya ingin tahu, adakah ditetesan itu yang bisa kuhapuskan agar tak lagi air matamu menetes? Ini bukan perkara akan kusembuhkanmu agar melupakan kenangan atau memaksamu memutus harapan, tapi ini tentang bagaimana ku dapat melihatmu tersenyum lagi.
Aku, bukankah kita telah bersepakat tak akan menciptakan luka setelah ini? Dan dulu kita juga berjanji tak menciptakan air mata bukan? Mengapa kau menangis, atas cinta yang kalian titahkan? bukankah telah kalian diskusikan. Dia mengatakan tak yakin bisa, dan kau dengan merajuk meyakinkannya. Hingga kesepakatan ‘mari, jalani saja’ menggirangkanmu. Aku tahu saat itu kau tak benar-benar berjanji padaku agar kau tak terluka, mungkin kau terlalu bahagia dan seketika itu melupakan janjimu.
Ah lihatlah, air matamu semakin menyungai. Sebegitu terlukakah? Jawablah!. Kau benar benar membuatku gusar. Apa kau fikir aku tak lelah? Apa kau kira hanya kau yang terluka? Kau terus menangis seolah hanya kau yang tersakiti, kau tak menyadari air matamu, api bagiku yang abu. Dengannya, apa lagi yang ingin kau bakar darinya? Ingin kau tiadakanku? Itu sia-sia.
Bicaralah. Biarkan kali ini aku memahaminya, mungkin dengannya kuizinkanmu menangis lagi dan lagi.
Aku, apa yang bisa ku temui di ucapmu ketika kau tak berkata sepatahpun? Setidaknya katakanlah kau terluka. Dan berhenti membimbangkanku dengan lakumu atau apa kau pinta aku melihat di kedalaman matamu dan menyimpulnya dalam jawabku sendiri? Ah kau tahu, aku takkan mampu melihat matamu yang basah.
“aku merindukannya” tiba-tiba katamu parau. Seketika jawabmu membuat air mataku jatuh, tak satu dua tetes, tapi jutaan.
AKU, kini kau boleh menangis. Sesukamu.

swaa…! Segala rindu hanya akan membahagiakanmu, setiap kenangan hanya akan menenangkanmu. Hapus air matamu, lalu skali ini tersenyumlah. AKU ;)

..ma..

Iklan

6 pemikiran pada “swaa…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s