Terjagaku

Malam makin melarut, ponsel masih kugenggam, headset pun masih mengalirkan musik brainwavenya dan mudah ditebak ! malam ini aku takkan tidur secepat malam malam sebelumnya. Benar, dulu aku hampir-hampir menghabiskan banyak malam ku dengan terjaga. Bahkan terkadang memaksakan mataku terbuka saat kantuk menyerang. Tapi itu dulu, saat aku merasa menghabiskan detik malamku untuk terjaga adalah kebahagiakanku, saat di mana aku tahu kau ada di sana menemani malamku. Hingga pada akhirnya, kisah ‘terjaga’ itu kau usaikan menghentikanku menahan kantukku lagi.

Malam terus membisikkan alunan sedihnya, menyampaikan pesan duka dari kerinduanku, menjajak sakit yang keluh semakin peluh. Meminta pada Tuhan agar pedihku tak tumbuh karena keterjagaan. :)

Iklan

4 pemikiran pada “Terjagaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s