Untuk Diri

“Pada akhirnya slalu ada perpisahan pada pertemuan, selalu ada kepergian dari kedatangan dan slalu ada akhri untuk sebuah awal, pun sebaliknya”~ Entah Siapa

Seharusnya seperti itulah kodratnya, tapi sebagian atau bahkan kebanyakan dari kita menutup mata untuk tak ingin melihat kenyataan itu. Hingga terkadang kita memutuskan untuk tetap berada di suatu keadaan yang sebenarnya tak ada lagi. Yahh walaupun perpisahan, kepergian, pun sebuah akhir tak selalu nyaman untuk dirasakan. Namun hal-hal itu tak juga bisa kita tahan agar tak berlaku.
Akan sakit memang! Perpisahan? Siapa yang ingin mengecapnya? Namun jika ada perpisahan, bukankah akan slalu ada pertemuan – lagi?
Kepergian? Siapakah yang ingin ditinggalkan? Namun jika ada kepergian, bukankah akan selalu ada kedatangan – lagi?
Seperti juga akhir, bukankah akan ada awal yang baru – lagi?
Lalu jika kita tetap mematuk di pintu yang telah tertutup rapat. Bagaimana pertemuan akan bermula – lagi?, dan siapa yang akan menyambutkan kedatangan – lagi?, lalu seperti apa cara memulai, bila akhir belum kita tinggalkan?

Sebuah nasehat – untuk diri sendiri

Iklan

6 pemikiran pada “Untuk Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s