Dan Lagi —

Dan lagi, aku kembali bertanya-tanya..
Benarkah aku telah dibohongi?
Lalu di mana letak kebohongan itu?
Sebab dalam patah cinta ini, lukaku bahkan bukan karena kebohongan...
Atau itu karena aku?
Ahh iyaa benar, aku ini ahli berbohong, berbohong pada diri sendiri. Yang bahkan mampu membohongi hati bahwa aku telah dibohongi?
Hingga bahkan di detik ini, cinta itu terus saja mempercayai. Meyakini, segala kebohongan dalam cinta hanyalah segelintir cara menitah cinta..
Hmmm Lihatlah, cinta itu gila ! Bahkan ia memaafkan segala luka oleh kebohongan dengan menerjemahkannya sebagai pembenaran..
Lalu apakah aku tlah gila?
Jika pada kesungguhanku, jujur aku tak pernah merasa terbohongi. Sebab semua itu, bahkan di sebelum cinta itu menitah, kebenaran itu telah kurapatkan dalam ridhoku…
Semua refleks itu, cintalah yang dengan lapang menerima segalanya, lalu menyimpannya di ruang waktu agar kelak tak menjadi sebab musabab…
Sayangnya usaha cinta tak semanis di akhirnya, dan skenario lain berjalan tanpa terduga. Sesuatu yang pura-pura kuanggap tak ada itupun “kembali”, dan aku sadar itu adalah kebaikan. Tak bisa ku bantah.
Lalu kini aku tahu pada akhirnya, cinta harus menelan lukanya sendiri. Iya, sendiri saja :’)
•••

Untuknya sekali lagi, tunjukkan padaku dimana letak kebohongan itu..
Sebab kuyakini apapun yang menyakitkan pada akhirnya akan berlalu. Dan hanya pemahaman dan pengertianlah yang hakikatnya tetap tinggal..
Hmm andai bisa, dan andai bisa mengasihaniku untuk yang satu ini, beritahulah aku apapun itu, apapun yang tak bisa aku tangkap. Sebab hingga detik ini, sungguh aku belum faham dan benar-benar belum mengerti..
Setidaknya jelaskan padaku, 3 tahun lebih ini adalah apa? atau apakah sejelas-jelas jawaban itu hanya karena selama ini aku “ke-gr-an”? Katakan padaku… :'(
Karena tahukah, cintaku masih saja mendoa dalam harap tentangmu..
Sedang hatiku kecilku, terus saja membisikkan bahwa cinta ini tak salah, cinta ini masih ada di sana, di hatimu…
•••

Mungkin inilah akibat, karena cinta yang begitu dalam. Pada akhirnya menenggelamkanku sendiri, yang ku fikir aku sedang meniup pelampung pengamannya, namun nyatanya malah ku isi dengan batu.
Kepercayaan yang kubangun, sebuah kepercayaan yang tanpa komunikasi, telak hanya akan berakhir pada kesia-siaan. Sama halnya menanam satu tanaman, meyakini akan tumbuh bahkan dengan menyiapkan sgala kebutuhannya. Tapi sekedar disiapkan, tak disiram pun dipupuki. Cinta akhirnya pergi! Meninggalkan pengharap yang hanya bisa menatap ketiadaan…
•••

Maka benarlah…
“Kau tidak akan mendapatkan seseorang kalau kau terlalu mencintainya.” –Tere Liye :’)

Tapi apa mau dikata…
“Aku tidak bisa mencintaimu dgn sederhana. Aku
mencintaimu dgn semua kerumitan itu, pelik yang berkelip pelangi dari tiap rongga.” — Helvy TR :’)

Walaupun sering….
“Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Tapi oh Ya Tuhan, berat sekali melakukannya. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik” — Tere Liye

Dan bila semua harus begini, harus kau tahu…
“Akan ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga membawa sepotong hatimu” — Tere Liye

Pun harus ku sadari…
“Tidak semua yang kita inginkan harus terjadi seketika. Kita tidak hidup di dunia dongeng.” — novel Eliana

Hingga akhirnya aku pun hanya harus percaya..
“Bahwa jika memang ini cinta sejatiku, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padaku. Sebab cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya” — Tere Liye

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

12 pemikiran pada “Dan Lagi —

  1. Reblogged this on dailystorygraphy and commented:
    Dari postingan diatas bisa dilihat betapa cinta memang memiliki paradoxnya sendiri. “The more it hurts in love, there wil be no more hates…only more loves.”
    Thats what I’ve learned about loving someone…
    Just like pinning our self into a madness, we’re on our risk of beeing mad but we still take that risk only for keeping ourself close to someone or something we called…Love.
    It’s crazy and it’s hurt but we do need it as well…
    Thats love…sometimes blind, insane and unfaithful..
    “Love is an untamed force. When we try to control it, it destroys us. When we try to imprison it, it enslaves us. When we try to understand it, it leaves us feeling lost and confused.” – Paulo Coelho

  2. Terlalu cinta apa terlalu nafsu? Terlalu cinta tak akan pernah berbahaya. Bahkan membakar dalam untaian debu, melebur raga dalam larutan Sang Pencipta. Menjadikan Kau dan Aku menjadi baka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s