Jika Dulu..

Jika dulu kudengarkan nasehat nuraniku, mungkin tak akan sesakit ini, tak harus menangis pada hal yang tak musti ku tangisi.
Jika dulu ku tak menutup mata batinku, pasti akan ku baik-baik saja di saat tahun berganti berulang hingga di batas ini..
Jika dulu kupilah memikirkannya dengan hati yang tak pilih kasih, takkan mungkin kusalahkan jiwaku bila akhirnya rasaku diuji..
Jika dulu ku bisa lebih bersabar atas keinginanku, bisa jadi aku tak perlu sesering waktu marah hanya sekedar untuk menyalahi..
Tapi seperti itulah, harapan tentang pernyataan ‘jika dulu’ hanya akan menjadi pelajaran, bukan karena yakin segalanya akan kembali di masa lalu ataupun ketidak percayaan akan kesalahan sendiri..
Tentang ‘jika dulu’ akan selalu datang di belakang waktu. Mengingatkan kita agar tak mengulang hal yang sama… :’)

•••
Dearest…
Aku menyesal, menyesal tak mampu membaca hatimu. Membaca maumu. Atau lebih tepatnya tak mau tahu apa isi hatimu. Semua hanya karena aku percaya, untuk mencintai tak butuh persetujuan hati lain untuk terus mencintai.
Tapi bagaimanapun hatiku tetap tahu, cintamu terlalu jauh untuk kugapai, hingga di perjalan panjangku mencintaimu, sering ku bangunkan diriku untuk melihat betapa aku hanya terlalu berharap, cintaku hanya menepuk angin..
Dan akhirnya ku katakan pada dunia, pada segala sakitku ini, penyebabnya bukan karena kau memilih meninggalkan cintaku. Tapi lebih karena diriku sendiri, yang membangun harapan terlalu tinggi, terlalu yakin kau merasakan hal yang sama :)
Kepadamu, ku yakini kaupun tak pernah cemas atas sakitku ini. Karena bahkan aku pun tahu, akulah yang menyakiti hatiku sendiri. Dan sungguh, sekalipun dulu ku lontarkan kata ‘mengapa mungkin, mengapa tega’ semua hanya karena nalarku masih tak percaya kenyataan atas keyakinanku yang meleset jauh. Ah jika saja sekali lagi ku ingin meminta maaf padamu, ingin sekali kulakukan. Tapi tak lagi boleh ku campurkan perasaanku padamu untuk mengusikmu, karena ketika maaf terlontar, bohong jika tak ada getaran rindu yang ikut menyelip bersama kataku.
Maafkan aku, entah kau rasakan permintaan maafku, atau tidak hanya ku mohon maafkanku atas waktu-waktu yang terbuang karenaku, walau itu hanya sekedar sedetik. Dan tentu saja sungguh aku berterima kasih untuk kebahagiaan yang tercipta karenamu, bahkan kebahagian luar biasa yang tak pernah kau sadari telah ku dapatkan darimu. :)

•••
Jika dulu tak ada kamu, mungkin tak akan pernah ku tahu bagaimana mempertahankan itu..
Jika dulu tak ada aku, mungkin skenario unik ini hanya ada dalam hayalan belaka..
Jika dulu, tak pernah ada. Bagaimana aku akan belajar. Belajar setia itu apa, belajar ikhlas itu bagaimana… :)
Walau setia telah menghabiskan banyak waktu tapi telah memberiku pelajaran yang begitu berarti..
Walau ikhlas itu sulit, tapi berjalan untuk melewatinya, membuatku begitu tahu satu-satu tempat bergantung hanya padaNya..
Kini, satu-satunya cara membuktikan SETIA ku adalah dengan IKHLAS melepasmu :’)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

6 pemikiran pada “Jika Dulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s