Patah Hati?

Patah Hati?
Iya, sudah, di umur seperti ini saya tentu pernah merasakanya. Namun seperti yang sering di katakan, ujian itu punya tingkatan. Dan kali ini lebih dari patah hati, ternyata ada hal lain yang lebih menguras perasaan “pengabaian” :’)
So, kepada siapa pun yang patah hati, bersyukurlah. Aku akan menjadi jaminan, sungguh itu akan menguatkanmu, membuatmu menghargai cinta yang kau percaya kelak. :)
Dan kali ini, ketika aku menunggu hatiku di patahkan. Waktu lebih memilih membiarkanku terganntung dalam tanyaku, dalam penantianku. Dalam kekukuhanku bertahan, dalam setiaku. Hanya tersebab aku telah memilih cinta yang aku tunggu. Terlepas dari ketetapanNYA tentang siapa kelak belahan jiwaku, cinta tetap saja memintaku bertahan.

Cinta telah Memilih..
Apapun akhirnya, patah dalam hati, sakit dalam jiwa, luka dalam raga.
Pun bahagia dalam sukma..
Cinta akan selalu jadi jawaban..
Sebab cinta tak pernah salah..
Ia lahir dari nurani,
Maka segala buruknya hanya tercipta dari didikan pelaku pencinta..
Tapi seperti itulah, tersebab cinta itu fitrah..
Ia akan selalu menuntun pada kebenarannya..

•••
Inspirated from Mario Teguh’ post :D

Untuk engkau yang sedang patah hati …

Pedih di hatimu itu,
walau serasa akan mencabut nyawamu,
sesungguhnya ia membuka keindahan
sisi kehidupan yang tak mungkin kau kenal
jika engkau tak pernah jatuh cinta.

Sesungguhnya,
Lebih baik jatuh cinta dan patah hati,
daripada tak pernah mengenal cinta.

Semakin engkau terluka,
semakin besar kemampuanmu
untuk memuliakan belahan jiwa
yang sedang disiapkan oleh Tuhan.

Aamiin

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

5 pemikiran pada “Patah Hati?

  1. lakukan sesuatu cukup dengan sepenuh hati, ga perlu sepenuh jiwa mbak… minimal kalo kecewa cukup sakit hati, ga sampe sakit jiwa.. :)

  2. ada yang lagi digantung nih…. wkwkkw

    aku suka tulisan ini
    “Cinta telah Memilih..
    Apapun akhirnya, patah dalam hati, sakit dalam jiwa, luka dalam raga.
    Pun bahagia dalam sukma..
    Cinta akan selalu jadi jawaban..
    Sebab cinta tak pernah salah..
    Ia lahir dari nurani,
    Maka segala buruknya hanya tercipta dari didikan pelaku pencinta..
    Tapi seperti itulah, tersebab cinta itu fitrah..
    Ia akan selalu menuntun pada kebenarannya..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s