Pinta Sederhanaku Dibesarnya Cintaku

Kusadari aku begitu mencintainya, bahkan aku tak bisa mencintai diriku seperti mencintainya.
Namun seberapapun aku mencintainya, tak seharusnya ia memperlakukanku seperti ini:’)
Benar, ini bukan salahnya. Toh aku yang menyalakan api ini, jika akhirnya aku yang terbakar tak adil bukan menyalahkannya?
Tapi salahkah jika ku minta satu hal? Tentang perasaan ini, mengapa ia tidak melakukan sesuatu? Menolakku misalnya?
Iya jika tak lagi mencintaiku, mengapa ia tak menghentikanku?
Mungkin bukan masalah buatnya jika aku terus mencintainya, dan terus menerus mengemisinya. Toh bukankah yang lelah itu aku, terluka dan sakit pun aku?
Tapi tak punyakah ia sedikit saja rasa kasihan?
Andai ia tahu bagaimana perasaan ini, bagaimana aku mencintainya, bagaimana aku memikirkannya setiap hari dan bagaimana besarnya aku mengharapkannya menjadi bagian dari hidupku..
Oh mengapakah tak bisa ia melakukan sesuatu untukku, jika ia tak bisa mengasihani aku sebagai sesiapanya setidak ia melihatku sebagai manusia :'(
Walaupun kata-nya diam itu baik, ketika berbicara itu lebih baik, mengapa tidak untuk mengatakan isi hati?
Benar, tak bisa ku paksakan apapun padanya, bahkan sekedar mengatakan isi hatinya. Kusadari setiap orang punya alasan, dan tentu ia punya alasan. Termasuk ketika ia memilih untuk diam, sebbagaimana aku memilih untuk bertahan. Iya, tiap-tiap kita punya pilihan :’)
Huffh walau pada akhirnya kediaman itu membuat ciinta ini benar-benar membuatku terluka, dimana terus saja aku bertahan dan tak menyerah tanpa pernah melihat “diriku”…
Iya, bagaimana mungkin aku mencintai laki-laki yang begitu sempurna di mataku sedang aku menyadari ak tak melihat apapun didiriku untuk sekedar mendampinginnya..
Ahh andai saja aada yang memberitahuku, dan menyadarkanku. Membangunkanku dari mimmpiku yang terlalu tinggi ini, mungkin aku takkan berlama-lama mengusik hidupnya, mencampuri hidupnya seolah-olah aku berhak atasnya, ahh aku ini tak menyerah atau memang tak tahu diri? :’)
Aku mungkin seharusnya tak menuntut ia mengerti aku, memahami permintaanku. Tapi jika bisa, tanpa perlu tahu apa yang aku harapkan dan tanpa perlu mengerti keinginanku, aku hanya pinta SATU jawaban atas perasaan ini. Hanya itu. Ahh tapi itu jika bisa :’)
Karena bukankah berlama-lama pada perasaan seperti ini takkan baik? Jika memang harapan itu tak ada pun masih ada, mengapa tidak untuk memberiku jawaban?
Cinta, seperti dulu. Takkan lagi kupaksakan. Entah masihkah sama atau telah berbeda, bagiku ketulusan ‘saling’ adalah hal terpenting. Ia tak perlu mencemaskan akan putusnya silaturrahim, cinta bukankah akan selalu memberi kebaikan?
Maka percayalah, harapan yang patah takkan mematahkan kebaikan pula :)
Sebagaimana cinta yang tumbuh tanpa alasan, setidak patahnya harapan takkan pernah memberinya alasan untuk membenci…
Sebabnya, apapun yang alasan dari diamnya, entah tentang kebenaran rasa, ataupun kecemasan-kecemasan yang tak aku ketahui. Pada akhirnya kejujuran akan ganjalan hati lebih baik diungkapkan ketimbang hanya dibekukan.
Bukankah seperti itu?
Aku hanya pinta satu hal itu…
Untuk sekali saja..
Sebagaimana semua tahu…
Perempuan percaya tentang apa yang didengarnya..
Maka “dengarkan” suatu jawaban untukku :’)
•••

Dalam derai air mmata, ku mendoa…

Duhai Pemilik Cinta..
Jika ia bukan untukku, dan bahkan jika aku memang pantas ia abaikan..
Aku hanya memohon, berilah aku kesabaran atas rahasiaMU tentang cinta yang ku pertahankan ini..
Lalu ingatkanlah aku jika aku telah menyakitinya dengan kehadiranku, lalu sadarkankan aku, agar ku bisa melangkah dan mengalah untuk mengikhlaskannya..
Yaa Muhaimin..
Lapangkan hatiku kelak jika cinta ini bukan milikku, dan biarkanku hidup untuk mereka orang-orang yang mencintaiku..
Dan jika Engkau izinkan, biarkanlah sekali lagi kurasakan jatuh cinta seperti ini. Kepada seseorang yang menurutmu baik untukku, yang mencintaiku dengan ketulusannya..
Pun untuknya, bahagiakanlah ia dengan pilihan hatinya, dengan seseorang yang ia cintai dengan sepenuh hatinya…
Aamiin Allaahummaamiin ​‎​(⌒˛⌒) :’)

Atas Nama Cinta..
“Kekasih kecilMU” :’) ♥

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Satu pemikiran pada “Pinta Sederhanaku Dibesarnya Cintaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s