Dear Kekasih “Perihal Kerinduan”

Dear kekasih

Perihal apalagi yang harus ku sampaikan agar kau bisa memahami kerinduanku.
Sudah kah kau baca surat-suratku yang dulu?
Oh iya, aku lupa. Aku hanya menulisnya lalu menyimpannya di sini.
Entah karena takut akan terabaikann ataukah apalah..
Iya, sebenarnya pilihan menyimpannya sendiri terkadang ku benarkan meski ini tak pernah benar dalam sebuah hubungan..
Tapi tak salah bukan, jika aku memilih menunggu saat yang tepat, saat kau bisa menerimaku sepenuhnya…?
Kadang aku sedikit merasa risih dengan sikapku..
Ketika tak bisa ku tahan untuk mengungkapkan kerinduanku. Lalu dengan tak canggung ku menuliskannya di sini sebagai pelarian.
Benar, bohong jika aku tak berharap kau membacanya, namun apa dayaku. Untuk memintamu pun begitu sulit ku lakukan..
Kau terlalu hening dalam diammu padaku..
Hingga terkadang kulukai diriku untuk menahan laju rinduku..
Ahh harusnya kau merasakan perasaanku. Setidak mengatakan ‘bersabarlah’ atau ‘berhentilah’ agar semua menjadi baik. Iya, setidaknya baik untukmu. Untukku juga..
Bodoh! Mana mungkin aku akan baik-baik saja.
Jika kau memintaku berhenti..
Kenyataannya aku slalu menghindar untuk mengusikmu sesering mungkin. Iya, aku begitu cemas jika kau memintaku berhenti.
Tetapi seharusnya, jika aku percaya padamu. Kecemasan ini harusnya tak boleh ada..
Ah aku membenci kecemasan-kecemasan ini..
Membenci sebab tak bisa bersabar lebih lama..
Hiks.. Apa yang harus ku lakukan?
Kaulah sebab-ku
Maka ku mohon menjadilah alasan-ku

With Love
Kekasihmu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s