Lelaki Hujan, Lelakiku

Rinai hujan kembali turun, jatuh mengguyur bumi. Sama saat dulu ku tuliskan puisi untukmu...
Saat itu kau membalasnya dengan ucapan terima kasih, ku tahu kamu takkan membalasnya dengan sajak ataupun puisi romantis..
Iya, kamu bukan lelaki puisi yang mampu menggores kata dengan kalimat magis..
Tak jua perayu unggul dalam melumpuhkan hati perempuanmu ini..
Tetapi lakumu, perhatianmu lebih roman dari semua tata bahasa ber-rima…
Kaulah lelaki romantis, lelaki hujanku..
Pencipta rindu di tiap rinai yang jatuh..
Lelaki yang kucintai,..
Yang melukis pelangi sebelum membias..
Yang menghangatkan lebih dari mentari..
Yang menenangkan lebih dari malam..
Yang mencintaiku lebih sederhana dari menguapnya tetes air ke langit…
Lelaki yang kucintai..
Yang rinduku tak pernah cukup menyamai tetes hujan yang kunamainya…
Lelaki yang kucintai..
Lelaki hujan, yang jika ia ingin menguap untuk pergi…
Tak akan ku tahan untuk ku hentikan..
Karena ku tahu..
Hatiku tlah dicipta jadi wadah..
Tempat ia berpulang, tempat ia kembali..

“Aku”
Saat mendoa di awal hujan

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

2 pemikiran pada “Lelaki Hujan, Lelakiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s