Hanya Kepastian, Sesederhana Itu.

Rindu berkejaran di benakku
Ketika matahari jatuh tepat di bawah senja sore tadi..
Walau riuhnya gaduh bersorak pilu..
Di batas waktu itu, kau tetap sunyi..

Padahal kukira malam, pada heningnya
Akan menajamkan telingaku..
Mendengar yang tak terdengar..
Mengkhusyu’ kan yang tak tenang..
Nyatanya heningmu lebih bening..
Tak tertangkap radar dengarku..

Tapi manakah mungkin..
Cinta sebesar ini tak merasakannya..
Bukankah cinta telah mengikat janji pada desau angin..
Untuk setia mengabarkan rindu..
Mungkin benar cerita tentang keabadian
Hanya dongeng belaka..
Ataukah kesetiaan saja yang benar tak pernah ada, mungkin.
Atau bisa jadi tersebab cinta tak harus memiliki..
Tentang segala kemungkinan itu..
Selalu ada jiwa, yang memilih menitah doa. Aku.

•••
Tuhan, kutitip hatiku..
Akan hati yang kupilih..
Leburkanlah dalam kepastian.
Pada kemungkinan atau ketidakmungkinan..
Agar tenang jiwaku..
Agar damai hatiku..
Membebaskan sgala yang kuikat oleh egoku…
Sebab ku tahu, nuraniku takkan pernah ridha melukai hati yang kupilah..

Pada bising malam, yang kufikir hening..
“Aku”

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

4 pemikiran pada “Hanya Kepastian, Sesederhana Itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s