Maafkan aku

Iya seperti biasa, aku menangis lagi. Tak ada yang tahu. Hanya aku, sunyi dan Pemilik sunyilah yang menyaksikan buliran luka ini. Bukan tanpa alasan air mata ini menetes, ia aku menangis karena terluka, terluka sebab telah membawamu terlalu jauh, dan aku tahu pasti, semakin aku melangkah membawamu bersamaku, maka semakin akan terluka hatiku.
Maafkan aku lelaki yang ku libatkan dalam cintaku. Aku bisa apa untuk membayar semua salahku, sedang ku tahu untuk melangkah dan pergi tanpa membawamu di sisiku, nyaris telah melumpuhkan akalku. Benar, setiap ku putuskan berfikir untuk ikhlaskanmu, setiap itu pula guncangan di jiwaku berontak tanpa ampun. Aku telah gila, sepertinya.
Maafkan, maaf sebab hanya bisa mengatakan ini sembari menangis di sudut waktu, tak pernah peduli nyaman atau tidakkah hatimu dengan hadirku. Maafkan aku, mungkin benar selamanya ku takkan baik untukmu.
Sebenarnya mudah saja menyelesaikan semua ini, tapi dalamnya rasaku lebih kuat menahanku. Waktu yang telah habis untuk mencintaimu takkan seberapa di banding kekuatan hatiku untuk mengukir masa depan bersamamu. Ku akui, setiap kali ingin lepaskanmu sebenarnya itu tak benar-benar dari hatiku. Mana mungkin ku lakukan itu, bahkan ketika memikirnya jiwaku seperti bukan jiwaku lagi. Tidak, aku tak bermaksud ingin menyalahkanmu. Aku hanya meminta maaf, kalau-kalau “ada”ku di hidupmu tak membuatmu nyaman.
Maafkan aku, bahkan untuk sesuatu yang kini kufikirkan. Tentang mengapa tak kau hentikan saja diriku, menghentikanku terus saja seperti ini. Walau tak mungkin menghentikanku untuk terus mencintaimu, setidaknya hentikan aku untuk menunjukan rasa ini terus menerus.
Tapi bagaimana mungkin aku berfikir seperti ini, sudah berapa lama aku membuatmu tak menyaman. Dan tak malu memmikirkan agar kau lakukan itu untukku?
Iya, harusnya. Harusnya ku bawa sendiri cinta ini, lalu biar lukanya kurasakan sendiri saja.
•••
Pemilik Cinta, mengapakah cinta yang tak terjawab selalu melukai? Ampuniku, meski ku tahu cintaMU lah yang tanpa tanya. Masih saja kupertanyakan tentang dia, hamba lelakimu yang kini telah berada menempati ruang khusus di hatiku. Ampuni ya Allaah, Engkaulah yang Maha Kasih. Hanya Engkau yang tahu seberapa niat tulus ini, sungguh ku ingin di sisinya, untuk beriringan berjalan menujuMU. Ampuniku, ampuniku jika masih saja ku salah. Lalu izinkanku lakukan apa yang Engkau anggap baik untukku. :’)

Antar magrib dan isya-ku
Termanguku dalam doa, dalam pintaku yang penuh harap. Rabbku perkenankan asa-ku.
With hopeful
-me-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s