Tweet Oktober • @reeAdzkya #part2

Di akhir sepuluh. Doaku tak habis memamah lelah. Terus tumbuh, merapalkan ikhtiar di khusyu’nya cinta yang terus bertasbih ~ r.a
Dalam setiap kalimat “semua akan indah pada waktunya”, semoga selalu berbanding lurus dengan usaha dan doamu ~r.a
Ada yang jatuh di matamu, tepat di bias kata belukar sajakku. Teduh ku tenang menatapnya, berharap puisi menjelma cinta, di sana. ~ r.a
Ah rindumu, terlalu ambigu kuterjemahkan. Bukan karena tak percayaimu, mungkin sebab aku tak cukup percaya diri. ~ r.a
Lama ku hentikan air mataku, mencoba tegar di atas kakiku. Namun nyatanya cinta itu selalu begitu, selalu meminta kau ada di sisi :’) ~ r.a
Kekasih, maaf sepagi tadi ku terlalu sibuk menyulam namamu di doa-doaku. Semoga tak membuatmu risih, tak mengusikmu ~ r.a
Biarlah waktu yang membuktikan, cinta ini tak hanya sekedar kata ~ r.a
Tanpaku mengikatmu terlalu kuat dan memintamu sesering kali. Cintamu sendirilah yang akan menuntunmu untuk menjaga perasaanku :’) ~ r.a
Entah hanya rintik atau derasnya hujan. Tetesan air yang jatuh ke bumi tak pernah mampu menyamai jumlah rinduku :’) ~ r.a
Hujan selalu saja mengundang KERINDUAN, padamu tentu saja ~ r.a
Dalam sunyi yang semakin hening. Maaf, riuh rinduku merusuh resah. Doaku tak pernah diam, tak pernah lelah. Memintamu :’) ~ r.a
Yang melukaiku lebih dari ketika kau bersedih adalah saat aku tak cukup bisa menjadi pundak, tempat mu bersandar :’) ~ r.a
Selamat pagi kekasih, hanya ku ingin jangan pernah lelah. Lelah menadah embun, sebab ku tlah lebur dan khusyuk di tiap tetesnya ~ r.a
Sahabat, walau tak bisa ku jabat tanganmu, izinkan ku jabat hati. Memohon maaf atas segala silaf dan salah, di lahir dan di batin. Happy ied O:) ~ r.a
Maaf bila di tiap sujud duhahku, tak pernah lelah ku lafal namamu, kupinta pada pemilikmu. Agar segala bahagiamu menjadi bahagiaku. ~ r.a
Rinduku mungkin hanya menjadi aliran darah di nadimu. Tak kau rasakan, namun telah menghidupimu :’) ~ r.a
Sudah kubilang, aku tak pernah menyesal mencintaimu. Mencintaimu telah membahagiakan, dan itu tlah cukup bagiku ~ r.a
Bila di suatu waktu nanti aku harus mengalah & pergi. Tak terbesit agar kau menyesal, sungguh cintaku yang tak terbalas takkan mendendam :’) ~ r.a
Kehilangan yang sakit itu adalah ketika aku berpura-pura tak lagi mencintaimu, demimu. ~ r.a
Aku diam, bukan karena tak peduli. Aku hanya memberi spasi, agar kau mengerti RINDU itu apa. ~ r.a
Sebab selama ini, aku tak lagi peduli di cintaimu atau tidak. Yang ku tahu, aku akan terus mencintaimu, sederhana ! ~ r.a
Aksaraku, tak punya jeda tak menuliskanmu. Kau kata dalam rindu, dalam cintaku yang paling palung ~ r.a
Ku abadikan kau di awal lelapku, ku pinta padaNya. Dan ku alirkan di doa-doa alam bawah sadarku, sebab kuingin alam pun ikut mengaminkan ~ r.a
Senyumanmu, seribu berbicara dari kata-kataku. Dan aku telah mengerti, cintamu jauh sejuta dalam dari cintaku :’) ~ r.a
Bagaimana kabarmu tanpaku, kekasih? Apakah sepertiku aku yang tanpa udara? Aku tiada bernafas. ~ r.a
Ada rindu tertampung di enam malam. Ada cinta tertanam seumur hidup. Kau tunaikan di tujuh malam, kau menjaga seumur hidup. Ada kau, kau aku ~ r.a
Masih basah kecupan doa di keningku, dini hari tadi. Kamukah itu, atau hanya ilusi dari halusinasi rinduku…? ~ r.a
Memilih menulis sajak dengan darahku. Bila harus kau merebut penaku yang laut. Tak menulismu, aku tak bisa.. :’) ~ r.a
Cukup kau genggam jantungku. Ia akan menceritakanmu, sesering apa ia mendetak mengeja namamu. Tak terdetikkan. ~ r.a
Bukan aku tak peka dengan penolakan halus ini, pengabaian. Tapi kepada cinta, apakah ia punya ruang untuk menyerah? Hampir tak ada :’) ~ r.a
Walau banyak hal yang hanya mungkin dalam hidup ini, tak mengapa. Sebab pasti dalam mencintaimu, cukuplah bagiku ~ r.a

Tweet Oktober • @reeAdzkya #part1

-me-
Penulis kata untuk kekasih mymrM..
Di 140 huruf, di sejuta doa, di tak terhingga cinta. Hati.

Iklan

Satu pemikiran pada “Tweet Oktober • @reeAdzkya #part2

  1. Ping balik: Tweet Oktober • @reeAdzkya #part1 | CATATAN HATI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s