Secarik Cemas untuk Kekasih

Kepada kekasih..
Kekasih sunyiku..
Di bawah langit yang sama denganku…

Bagaimana kabarmu, tiada lukakah di cintamu?
Sebab entah mengapa, semenjak kita semakin diam.
Aku selalu merasa ada yang ku sakiti di hatimu,
benarkah kau tak sedang menyembunyikan lukamu?
Katakanlah jika iya.
Aku takkan mungkin terus menerus menumbuhkan bahagia dengan mencintaimu
sedang kau terluka karenanya.
Mencintaimu memang tak pernah salah,
yang salah jika ternyata caraku telah memaksakan rasamu :’)
Kasih, kucintamu tapi tak begini…

Dengan segala cemas
“Kekasihmu”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

5 pemikiran pada “Secarik Cemas untuk Kekasih

      • cinta tak perlu cemas lagi riana..
        cinta tidak butuh pengorbanan, karena cinta itu sendiri adalah
        ‘merupakan suatu pengorbanan’

        contoh nyata :
        >ibu yg melahirkan kita s/d kita mulai tahu nikmatnya hidup..
        dalam keadaan apapun ia tak akan pernah marah
        sebab yang ada ditatapannya adalah jangka panjang/masa depan anaknya.

        >TUHAN telah memberi kita keindahan alam dan kenikmatan kehidupan,
        meski alam dirusak oleh manusia, walau manusia saling ‘jegal’/saling mangsa TUHAN tidak akan pernah marah…
        tetapi yang protes justru ALAM
        karena cintanya atas kebersamaan hidup di planet bumi ini

        >jadi cinta itu adalah merupakan suatu pengorbanan mencapai titik KESADARAN bagi manusia atas KEBERSAMAAN cinta pada hidup dan berkehidupan..

        >saling ASAH, ASIH, dan saling ASUH
        jangan melihat atau jangan senantiasa menghitung kesalahan2 orang yg kita cintai… tetapi TATAPLAH ‘dia’ secara manusiawi.

        >berusaha menyatukan kembali, visi dan tujuan dalam hidup bersama…
        kalau dia sudah tak menggubris, tak peduli/care, itu tanda-tanda bahwa :
        kita harus segera memperbaiki diri/sikap, kita harus menghibur hatinya, menggoda dgn rayuan2, agar cinta dapat kembali bersemi.

        >wuuiiiih.. panjang banget
        ini bukan nasehat ya…
        hanya pandangan saya aja kok..

        • Speecchlesss…. :'(
          It’s more that I want….
          Huum mungkin sy musti banyak belajar memahami org yg saya cintai, bagaimanapun dy laki2 cenderung berfikir dengan logika…
          Dan mungkin memang benar, sy yang musti bercermin dan mengoreksi diri…
          Nasehat mba’ benar2 menggigit hatiku, memaksaku lebih mengerti, cinta tak semestinya menuntut terlalu banyak.. :’)
          Makasiihh mbaa…. :*

          • maaf…
            tak bermaksud ‘menggigit’ lho… :)

            kembalikan dia,
            sadarkan kembali pada tujuan awal…

            >terkadang lelaki itu bagaikan
            SOSOK BOCAH YANG SEDANG MENIKMATI KENAKALANNYA
            maka pada saat itu, jadilah seorang ibu yang BIJAK.

            semoga…rukun kembali ya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s