Setiap Malam dalam Gaduhku

Malam masih dengan sunyi yang sama, menikuk-nikukkan kesepian yang meraja. Menembuskan kenyerian yang seolah-olah telah menjadi sahabat bagi keheningan rasa.

Aku tahu, inilah jeda waktu yang tanpamu

Sebenarnya aku tak ingin menamakan ini sunyi, sebab setiap malam aku tak pernah menemukan kesunyian merajai rasaku. Seperti malam ini, ketika aku berharap kamu ada dan merasakan apa yang aku rasakan.

Aku menyadari sejenak kau takkan ada

Tapi sunyi itu mungkin adalah sebuah keabadian dalam cerita kita.
Hingga lagi dan lagi kau tak pernah ada. Namun seperti itulah, setiap kali kau ciptakan sunyi, akan semakin bisinglah rasaku menumpahkan sesahnya.

Aku ingin kau tahu, tanpamu pun aku bisa mencintaimu

Benarlah, mungkin kesunyianlah yang seringkali mengundang gaduh dalam dada. Memaksanya menghentakkan kegamangan yang menggantung di dinding dilema, lalu dilontarkan hingga jatuh di sisi rasa bernama rindu.

Aku banyak belajar dari hening yang kau hadirkan

Hingga pada akhirnya kita tak harus mempertanyakan mengapa rindu harus ada. Dan mengapa rindu pada akhirnya menjadikan sunyi segaduh ramai.

Aku dan kamu, hanyalah kepura-puraan yang saling merindu
 
 

-me-
Dalam dekap doa..

Iklan

15 pemikiran pada “Setiap Malam dalam Gaduhku

  1. Ping balik: Syukur Terhening | CATATAN HATI | bijak.net

  2. pertamaxx kah…. :D

    sunyi, adalah engkau ungkapan untuk mendeskripsiakan kondisi kehampaan suara… ohh…(sok melow)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s