Cinta dan Ketiadaan

Kini kepada langit ku ceritakan segala tanya tentangmu, padamu yang semakin tak tahu ada di mana.
 
Memang benar raga kita begitu dekat, sedekat depa yang tak lagi bisa di sebut jauh. Namun kini, batas hati kita sejarak senja dan bibir laut yang tak pernah bersentuhan…
Lalu akankah kita menyebut ini cinta, ini bukan cinta, ini hanya ketiadaan yang diam-diam di-adakan oleh kesedihanku. Mencoba merawatnya dengan kesunyian dan kenyerianku sendiri. Menanamnya di sepinya rongga jiwaku, membuatku tersudut dan akhirnya jatuh terlalu dalam pada kesetiaan yang teramat sangat, itulah aku.
 
Dan inilah sakit, ketika mencintaimu dalam kesendirian. Dan inilah luka, ketika merindukanmu dalam kehilangan..
Dan sayangnya aku menikmati keterdukaan ini, sebab cintaku tlah ku abadikan sejak ssebelum cinta itu sendiri melontarkan kebahagian dalam kecemasanku..
 
Lalu ketika kau bertanya padaku, akankah aku bertahan menjadi aku yang mencintaimu…?
Maka cobalah bertanya…
Mengapa aku ada ketika cinta bahkan tak mengakuiku?
Cinta, aku dan kamu tlah menjadi cahaya di rumah dukaku.. tlah menjadi udara di sesaknya sepiku, tlah menjadi tanah tempat ku pijakkan kebahagiaanku…
Karenanya jangan pernah tanyakan sejauh apa aku akan bertahan, sebab sepertinya ia akan selamanya….
 
 
With hoping
-ur lover- Di pagi yang tak lagi gerimis
Iklan

27 pemikiran pada “Cinta dan Ketiadaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s